Berita Viral
Kronologi Lurah Wanita Dihajar Oknum Anggota TNI hingga Bibir Pecah, Ini Pengakuannya
Lurah Asuhan, Pematangsiantar, Walmaria Zalukhu, mengaku dipukul oleh anggota bintara pembina desa (Babinsa) berinisial JS yang juga tetangga
TRIBUNJATENG.COM - Seorang lurah wanita mendapat penganiayaan oleh anggota TNI?
Bagaimana kasusnya dan kronologi peristiwa?
Lurah Asuhan, Pematangsiantar, Walmaria Zalukhu, mengaku dipukul oleh anggota bintara pembina desa (Babinsa) berinisial JS yang juga merupakan tetangganya.
Kasus dugaan penganiayaan itu telah dilaporkan dan kini telah ditangani Detasemen Polisi Militer I/1 Pematangsiantar, Sumatera Utara.
Walmaria menjelaskan, pemukulan terjadi di depan rumahnya di Jalan Sentosa, Kelurahan Asuhan Kecamatan Siantar Timur, Minggu (22/8/2021), pukul 23.00 WIB.
Rumah Walmaria dipisahkan satu rumah dengan rumah JS.
Keduanya sama-sama membuka usaha toko kelontong.
Menurut Walmaria, JS merasa tidak senang saat petugas dari Satgas Kelurahan memotret usaha kelontong di rumah JS.
Saat itu, Tim Satgas Kelurahan memantau semua aktivitas warga, termasuk warung dan melaporkan ke Lurah sebagai Ketua Satgas Kelurahan.
Walmaria mengatakan, saat peristiwa penganiayaan itu terjadi, JS sempat memanggil suaminya dan menyuruhnya keluar.
Namun, karena khawatir terjadi perkelahian, Walmaria mengunci pintu agar suaminya tidak terpancing keluar rumah.
"(Suami) Aku kunci dari luar daripada terjadi perkelahian. Emosi ditantang kayak gitu gimana darah laki-laki? 'Sudah jago kali rupanya kau' kan gitu kan," ujar Walmaria saat ditemui di kediamannya, Selasa (24/8/2021).
Walmaria mengambil ponselnya untuk merekam, karena khawatir tidak ada warga yang ingin menjadi saksi.
"'Kenapa kau malam-malam buat ribut?' Terus dia bilang, 'Sok kau'. Ku bilang, 'Kau kenapa?. Terus ditumbuk (dipukul) kan lah, satu kali," ucap Walmaria.
Pemukulan itu membuat bibir Walmaria mengalami luka.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/mnbhjik.jpg)