Breaking News:

Berita Bisnis

Lebih Dekat dengan Likupang, Surga Tersembunyi di Bumi Nyiur Melambai

Pegiat media sosial atau influencer Dwidyawati Esther Mopeng bercerita kisahnya saat mengunjungi kawasan ekonomi khusus (KEK) Likupang

TRIBUN MANADO/RONALD MOHA
Pantai Pulisan dari bukit 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA -- Pegiat media sosial atau influencer Dwidyawati Esther Mopeng bercerita kisahnya saat mengunjungi kawasan ekonomi khusus (KEK) Likupang, Sulawesi Utara. Baginya, Bumi Nyiur Melambai memiliki keunikan tersendiri karena menyimpan pemandangan pantai yang indah.

"KEK Likupang memiliki potensi geo-ekonomi cukup besar ditambah adanya gerakan bangga buatan indonesia (BBI)," ucap Esther saat webinar Diginas Bangga Wisata Indonesia (BWI), Senin (24/8/2021).

Esther menilai Likupang pantas dijadikan destinasi super prioritas sebab masyarakatnya sangat baik dan marah.

KEK Likupang perlu disosialisasikan untuk diketahui banyak wisatawan lokal maupun wisatawan mancanegara. Menurutnya, rencana KEK Likupang menjadi tuan rumah G20 juga menjadi momentum penting agar Bumi Nyiur Melambai semakin dikenal luas.

"Diharapkan adanya sosialisasi yang masif membuat Sulawesi secara keseluruhan semakin diminati masyarakat Asia ataupun Uni Eropa," urainya.

Esther mengatakan akses jalan menuju tempat pariwisata di Sulawesi Utara saat ini sudah tersedia.Ketersedian infrastruktur ini memudahkan para pelancong untuk dapat mencapai tujuan tanpa memakan durasi waktu lama.

"Hadirnya infrastruktur tol Manado-Bitung memudahkan mobilitas dari para turis. Dan melalui QRIS diharapkan transaksi wisatawan juga semakin mudah," pungkasnya.

Deputi Bidang Koordinasi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves), Odo R.M. Manuhutu menuturkan pengembangan infrastruktur KEK Likupang terus dimatangkan. Harapannya, ketika pandemi selesai atau paling tidak menjadi endemic fasilitas sudah terbentuk.

"Kalau kita lihat TTCI (Travel and Tourism Competitiveness Index) salah satu kekurangan Indonesia dari segi infrastruktur dan kebersihan. Saya kira ini perlu kita waspadai," ucap Odo.

Odo meyakinkan pelaku usaha pariwisata bahwa pemerintah selalu berada di belakang dalam kondisi sulit seperti sekarang.

"Indonesia beruntung karena tidak terlalu bergantung terhadap wisatawan asing hanya sekitar 30 persen. Kuncinya adalah wisatawan lokal yang bisa memulihkan industri pariwisata ke depan," tambahnya.

Pemerintah mendorong wisatawan domestik untuk tetap berwisata di dalam negeri.

Hal ini, menurutnya, dapat menarik potensi uang yang biasanya dibelanjakan masyarakat Indonesia ke luar negeri.

"Data sebelum pandemi lebih dari 11 miliar dolar AS atau sekitar Rp130 triliun uang yang dibelanjakan di luar negeri. Jumlah yang besar ini kita dorong untuk di dalam negeri. Saya kira ini PR besar," tutur Odo. (Tribun Network/Reynas Abdila)

Baca juga: Pengelola Baron Hill Objek Wisata Guci Tambah Spot Foto Baru Jembatan Kaca

Baca juga: DUH GUSTI! Istri Durhaka, Suami Merantau Malah Tertangkap Razia Rayakan Ultah Pacar di Kamar Hotel

Baca juga: Pelajar SMA Sukses Banggakan Jateng dalam AHM Best Student 2021 Tingkat Nasional

Baca juga: Polisi Ingatkan Jangan Ikut Repost Video Muhammad Kece, Berpotensi Kena UU ITE

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved