Breaking News:

Universitas Nasional Karangturi

Tips Persiapan Menjalani Sekolah Tatap Muka

Pandemi covid-19 ini telah berusia 1 tahun 8 bulan namun tanda-tanda akan berakhir masih belum jelas.

Editor: abduh imanulhaq
IST
dr Sudiro MPH Dr PH, Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan 

Oleh : dr Sudiro MPH Dr PH, Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan Unkartur Semarang

COVID-19 penyakit yang disebabkan oleh virus corona SARS CoV 2 yang mulai berjangkit dari Wuhan pada bulan Desember 2019, telah dengan cepat menyebar ke seluruh dunia sebagai pandemi. Pandemi Covid-19 ini telah berusia 1 tahun 8 bulan namun tanda-tanda akan berakhir masih belum jelas.

Bahkan dalam perjalanan waktu virus corona penyebab covid-19 telah terjadi perubahan-perubahan varian. Sehingga di dunia dikenal ada beberapa varian antara lain varian alpha, betha, gamma, delta.

Varian delta menjadi sangat ditakuti karena kecepatan penularannya dapat mendekati 2 kali kecepatan varian yang lainnya (CDC: Center for Disease Control, AS). Lebih lanjut varian delta juga disebutkan lebih pendek masa inkubasinya (masa saat virus mulai masuk tubuh manusia sampai memberi gejala penyakit) dan juga masih dapat menginfeksi orang yang sudah divaksin, serta berkembang biaknya juga lebih cepat. Maka kehadiran varian delta berkarakter lebih cepat menular, lebih mudah memberi gejala berat, dan lebih banyak orang yang tertular.

Oleh sebab itu, untuk mengurangi kecepatan penularan dan banyaknya penderita yang menjadi bergejala berat yang menyebabkan rumah sakit penuh malah sampai kewalahan. Tindakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) yang lebih ketat menjadi pilihan utama dan menjadi keharusan.

Terbukti kemudian PPKM tersebut membuahkan hasil dengan ditandai menurunnya grafik jumlah kasus, menurunnya rujukan covid-19 ke rumah sakit, juga menurunnya jumlah kematian karena Covid-19. Berdasarkan bukti ini, kepatuhan memakai masker di ruang umum dan di rumah sendiri bila anggota keluarga ada yang sehari-hari beraktivitas di luar rumah dengan risiko tinggi.

Semisal pedagang di pasar, penjaga toko, penjaga supermarket, pelayan restoran, karyawan warung makan, karyawan mall, karyawan pabrik, pegawai kantoran, dan sudah barang tentu tenaga kesehatan di klinik, rumah sakit dan seterusnya yang sering bertemu dengan orang di tempat pekerjaannya. Memakai masker menjadi kunci mencegah penularan di samping kepatuhan pada protokol kesehatan lainnya seperti sering-sering cuci tangan, menjaga jarak, dan hindari kerumunan.

Kemunculan varian delta diketahui di bulan Desember 2020, berasal dari India setelah usai kerumunan masal pada upacara keagamaan dengan mandi beramai-ramai di Sungai Gangga. Maka mutasi virus corona varian delta diduga terjadi akibat terjadinya kerumunan masal tanpa mematuhi protokol kesehatan seperti tanpa memakasi masker, tanpa menjaga jarak, dan kerumunan masal yang berlama-lama. Varian delta kemudian menyebar ke berbagai negara termasuk Indonesia dengan cepat.

Melihat fakta ini, tidak bisa tidak kalau berharap penularan covid-19 menurun. Maka memakai masker harus tetap dilanjutkan meskipun orang sudah divaksin lengkap sekalipun. Ingat varian delta masih mampu menginveksi orang yang sudah mendapat vaksin lengkap sekalipun. Namun menurut penelitian-penelitian orang yang sudah divaksin bila terinfeksi covid-19 akan bergejala lebih ringan daripada yang belum divaksin.

PPKM darurat di Indonesia dengan level 4, kemudian 3 dan kemudian belum tahu kapan PPKM darurat dihentikan. Karena grafik data angka penularan yang masih belum stabil, apabila dirasakan murid-murid sekolah ataupun mahasiswa perlu kembali melakukan tatap muka maka yang harus diperhatikan agar tidak terjadi penularan di sekolah atau di kampus untuk menghadapi virus corona varian delta adalah:

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved