Fokus
Fokus : Liga Bersyarat
LAGA Bali United melawan Persik Kediri di Stadion Gelora Bung Karno tadi malam menandai dimulainya kompetisi nasional. Klub-klub kasta tertinggi
Penulis: abduh imanulhaq | Editor: Catur waskito Edy
Oleh Abduh Imanulhaq
Wartawan Tribun Jateng
LAGA Bali United melawan Persik Kediri di Stadion Gelora Bung Karno tadi malam menandai dimulainya kompetisi nasional. Klub-klub kasta tertinggi yang sudah vakum sekian lama kembali beraksi di lapangan hijau.
Pandemi virus corona dan kebijakan yang mengikutinya berdampak besar pada dunia olahraga. Baik olahraga prestasi maupun olahraga rekreasi.
Pembatasan sosial oleh pemerintah membuat berbagai perhelatan ditunda. Mulai dari tingkat dunia hingga rukun tetangga, global hingga lokal, tak terkecuali liga sepakbola profesional.
Efek pandemi yang keras memang dirasakan bisnis sport sebagai tontonan. Sepakbola, bola basket, dan balapan Formula 1 serta MotoGP beberapa contohnya.
Seiring waktu dan perkembangan wabah, beberapa negara sudah menggulirkan kompetisi kembali. Bahkan mengizinkan penonton menyaksikan langsung di stadion, meski jumlahnya masih dibatasi.
Keinginan publik sepakbola nasional melihat aksi klub kesayangannya pun tak terbendung. Terlebih kasus Covid-19 di sejumlah daerah mulai melandai.
Meski izin Liga 1 sudah dikeluarkan para pemangku kepentingan, tak berarti kompetisi ini sudah pasti berlangsung mulus. Ada syarat yang mengiringi izin tersebut yaitu beberapa pertandingan yang digelar lebih dulu akan dievaluasi.
Pemerintah tentu tidak ingin ajang balbalan ini menjadi sumber penyebaran baru Covid-19. Jika penyelenggaraan pertandingan awal sukses, akan menjadi portofolio penting yang memuluskan terbitnya izin keberlangsungan kompetisi nasional.
Kesuksesan yang utama tecermin dari penerapan protokol kesehatan secara ketat. Semua pihak harus mematuhi aturan penyelenggaraan yang sudah ditetapkan.
Andai gagal, semakin jauh harapan melihat Liga Indonesia bergulir lagi. Akan sia-sia rasanya semua persiapan yang sudah dilakukan jika ada nila setitik yang bisa mencederai kesuksesan penyelenggaraan.
Dari evaluasi nanti, akan terlihat sejauh mana kesiapan penyelenggara dan klub menaati aturan. Termasuk kepatuhan elemen paling penting dalam sepakbola, yaitu para suporter.
Kompetisi ditunda terus jelas berakibat kerugian bagi semua pemangku kepentingan. Mulai dari pemain, suporter, klub, penyelenggara, pengelola stadion, pengurus federasi hingga stasiun televisi.
Bahkan pedagang kaus dan makanan atau pembuat stiker tak luput merasakan godamnya. Tak terkecuali pelaku transportasi di trayek yang melintasi arena.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/abduh-imanulhaq-atau-aim-wartawan-tribun-jateng_20170825_072028.jpg)