Minggu, 12 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Semarang

Musim Hujan di Indonesia Datang Lebih Cepat, BMKG Minta Seluruh Pemda Bersiap-siap

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyampaikan update terkait dengan prakiraan cuaca untuk tahun 2021-2022 di seluruh wilayah Indones

tribunjateng/wid
Ilustrasi hujan lebat di Kota Semarang 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA--- Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyampaikan update terkait dengan prakiraan cuaca untuk tahun 2021-2022 di seluruh wilayah Indonesia.

Dalam penyampaiannya, Kepala Pusat Informasi Perubahan Iklim BMKG, Dodo Gunawan mengatakan saat ini El Niño-Southern Oscillation (ENSO) dan Indian Ocean Dipole (IOD) sama-sama dalam keadaan netral.

"Keduanya adalah faktor iklim penting yang mempengaruhi terhadap variabilitas curah hujan di Indonesia, terutama pada skala waktu inter-annual," kata Dodo dalam jumpa pers penyampaian update prakiraan cuaca secara daring, Kamis (26/8).

Namun, kata dia, berdasarkan pemantauan parameter anomali iklim global oleh BMKG dan institusi-institusi internasional lainnya, terdapat indikasi atau peluang bahwa ENSO Netral akan berkembang menjadi La Nina pada akhir tahun 2021. Kata dia, Indian Ocean Dipole Mode (IOD) netral diprediksi bertahan setidaknya hingga Januari 2022.

Lebih lanjut, Dodo meminta masyarakat untuk lebih mewaspadai kejadian cuaca ekstrem seperti hujan es, hujan lebat disertai kilat dan petir, dan angin puting beliung jelang masa peralihan dari musim kemarau ke musim hujan.

Tidak hanya bencana, perubahan cuaca yang tidak menentu bisa membuat imunitas seseorang melemah sehingga menjadi rentan terkena penyakit terlebih saat ini masih dalam kondisi pandemi Covid-19. “Terlebih situasi Indonesia saat ini belum lepas sepenuhnya dari pandemi Covid-19. Waspada bencana hidrometeorologi dan jaga kesehatan selalu,” imbuhnya.

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengatakan, untuk awal musim hujan di Indonesia akan masuk lebih awal yakni pada September hingga November 2021.Sedangkan untuk puncaknya, kata dia, akan terjadi pada Januari - Februari 2022, dan itu terjadi di sebagian besar wilayah di Indonesia.

"Puncak musim hujan 2021/2022 di sebagian besar daerah diperkirakan pada bulan Januari dan Februari 2022, yaitu di sebanyak 244 Zona Musim (ZOM) atau 71,3 persen," kata Dwikorita.

Dwikorita menerangkan, secara umum, sifat hujan selama Musim Hujan 2021/2022 diprakirakan normal atau sama dengan rata-rata klimatologisnya pada 244 ZOM (71,4 persen).

"Sedangkan, sejumlah 88 ZOM (25,7 persen) akan mengalami kondisi musim hujan atas normal (lebih basah dari biasanya) dan 10 ZOM (2,9 persen) akan mengalami musim hujan bawah normal (lebih kering)," ucapnya.

Dwikorita mengatakan, terdapat sejumlah wilayah di Indonesia yang akan mengalami musim hujan dengan intensitas lebih tinggi dibanding biasanya. Setidaknya ada 13 Provinsi atau wilayah di Indoensia yang akan mengalami musim hujan dengan intensitas tinggi tersebut.

"Sebagian Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau bagian Selatan, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur bagian Barat hingga Selatan, Sulawesi, Maluku Utara bagian Barat, Pulau Seram bagian Selatan dan Papua bagian Selatan," tutur Dwikorita.

Kendati begitu pihaknya tidak menyampaikan secara detail sampai ke wilayah Kabupaten atau Kecamatan di tiap wilayah tersebut. Sebab kata dia, akan ada perbedaan cuaca atau kondisi yang variatif dari setiap Kabupaten dan Kecamatan di tiap Provinsi yang disebutkannya.

"Untuk skala Kabupaten dan Kecamatan artinya dalam satu provinsi itu tentunya tidak seragam yang kami sampaikan adalah secara general untuk detailnya silahkan cek di aplikasi mobile phone infobmkg," jelasnya.

Atas dasar itu dirinya mengimbau kepada Pemerintah atau masyarakat setempat yang berada di wilayah tersebut untuk sedianya melakukan penanganan lebih awal.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved