Berita Tegal
Objek Wisata Guci Tegal Mulai Dibuka Besok, Ini Syarat Bagi Pengunjung
akhirnya pada Selasa (31/8/2021) diputuskan Objek Wisata Guci bisa beroperasi kembali namun sangat terbatas dan bersyarat.
Penulis: Desta Leila Kartika | Editor: galih permadi
TRIBUNJATENG.COM, SLAWI - Setelah beberapa kali melaksanakan simulasi uji coba pembukaan Daya Tarik Wisata (DTW) Kabupaten Tegal, akhirnya pada Selasa (31/8/2021) diputuskan Objek Wisata Guci bisa beroperasi kembali namun sangat terbatas dan bersyarat.
Adapun keputusan tersebut diambil setelah diselenggarakan kembali simulasi uji coba pembukaan DTW Guci yang dihadiri langsung oleh Bupati Tegal Umi Azizah, Sekda Kabupaten Tegal Widodo Joko Mulyono, unsur Forkompinda, PHRI Kabupaten Tegal, Satgas Covid-19 wisata Guci, Paguyuban pelaku usaha, perwakilan dari Disporapar Provinsi Jateng, dan lain-lain.
Tahapan simulasi masih sama seperti yang sudah-sudah, yaitu diawali dengan pengunjung datang lalu dilakukan pengecekan suhu oleh petugas, setelah suhu tubuh aman lanjut ke bagian pengecekan kartu vaksin atau bisa juga melalui aplikasi peduli lindungi.
Setelahnya pengunjung lanjut ke bagian pembayaran retribusi secara non tunai dengan dompet digital yang dimiliki, kemudian bukti transaksi diberikan kepada pengunjung.
Jika semua sudah terlewati dengan baik, maka pengunjung baru diperbolehkan memasuki area wisata dengan tetap mematuhi protokol kesehatan secara ketat.
Setelah proses simulasi selesai, semua yang hadir langsung melakukan rapat koordinasi di Hotel Sankita Guci untuk memutuskan apakah Wisata Guci bisa buka atau tidak.
Sekda Kabupaten Tegal Widodo Joko Mulyono, mengungkapkan sesuai hasil rakor diputuskan Rabu (1/9/2021) besok objek wisata Guci bisa dibuka dan menerima pengunjung namun dengan jumlah terbatas dan bersyarat.
"Bisa dibilang hari ini adalah final dari beberapa kali diadakan simulasi, dan ya hasilnya wisata Guci mulai besok Rabu (1/9/2021) bisa dibuka namun dengan jumlah sangat terbatas yaitu 1.000 pengunjung saja," ungkap Joko, pada Tribunjateng.com, Selasa (31/8/2021).
Aturan mainnya, lanjut Joko, wisata Guci dibuka selama seminggu dan per hari menerima hanya 1.000 pengunjung saja.
Nantinya dalam seminggu ada satu hari dimana wisata tutup untuk melakukan evaluasi.
Katakan saat evaluasi ternyata sukses tidak ada penambahan kasus Covid-19 dan lain-lain, maka kuota pengunjung bisa ditambah lagi menjadi 2.000 orang per hari dan seterusnya.
Intinya wisata tetap bisa buka dan menambah kuota pengunjung bergantung dari hasil evaluasi yang dilakukan seminggu sekali.
"Persyaratan bagi pengunjung garis besarnya terpenting harus sehat, diutamakan yang sudah tervaksin, pengunjung dari luar Kabupaten Tegal diperkenankan tapi tetap diutamakan warga Kabupaten Tegal, dan wajib mematuhi prokes 5M," tegas Joko.
Selain kesiapan sarana protokol kesehatan di area wisata, Joko mengatakan yang tidak luput dari perhatian yaitu mengenai pengaturan tempat parkir.
Nantinya tempat parkir juga diatur supaya tidak terjadi antrean atau kerumunan. Ada pembatas yang menjadi tanda antar kendaraan sehingga jarak juga diperhatikan.
Sementara itu, Bupati Tegal Umi Azizah menambahkan, sampai saat ini Kabupaten Tegal masih masuk dalam daftar wilayah yang melaksanakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 3.
Selain itu, Umi juga menyampaikan bahwa pihaknya sudah diizinkan oleh Gubernur Jateng Ganjar Pranowo untuk melaksanakan kegiatan simulasi di sektor wisata.
"Ini merupakan upaya kami untuk membangkitkan perekonomian khususnya di sektor wisata. Saya juga berpesan kepada Satgas Covid-19 di Wisata Guci harus kuat pemantauannya. Tapi kalau melihat dari simulasi tadi insyaallah aman," ujar Umi.
Pada kesempatan ini, Umi juga menyampaikan alasan mengapa simuasi uji coba pembukaan wisata sementara baru di Guci saja dan wisata lainnya belum.
Umi menegaskan pihaknya tidak bermaksud mengenyampingkan wisata yang lain, namun ia melihat dari sisi lokasi wisata Guci berbeda dengan yang lainnya.
Wisata Guci dan pemukiman warga berada di area yang sama atau bisa dikatakan saling beriringan dan tidak bisa dipisahkan.
Berbeda dengan wisata katakan Waduk Cacaban, Purwahamba Indah, atau wisata yang lain yang di dalamnya tidak ada pemukiman warga atau penduduk yang tinggal.
"Bisa dibilang saya termasuk yang rewel kepada pak Gubernur kaitannya pembukaan sektor wisata. Saya berpesan kepada semuanya untuk tidak gegabah dan wajib disiplin prokes, sehingga penurunan kasus Covid-19 saat ini bisa terus lebih baik, dari PPKM level 3 bisa menjadi level 2 bahkan ke level 1," pungkas Umi.
Berikut persyaratan yang wajib diketahui oleh pengunjung yang akan masuk ke daya tarik wisata Guci:
-Harus dalam kondisi sehat atau fit
-Diutamakan telah divaksin atau menunjukan hasil tes
-Memiliki aplikasi pembayaran non tunai atau dompet digital (QRIS) untuk membayar retribusi wisata
-Menerapkan protokol kesehatan 5M berlaku untuk semua baik pengunjung, petugas, pelaku usaha, dan warga sekitar.
Terbatas:
-Kapasitas yang diizinkan hanya 1.000 orang per hari dari daya tampung maksimal
-Jam operasional mulai pukul 07.30 - 16.00 WIB, kecuali penginapan, villa, atau hotel
-Setiap seminggu sekali ada satu hari yang diliburkan (wisata tutup) untuk kegiatan disinfektan, kebersihan, kesehatan lingkungan, dan evaluasi
-Wahana wisata air yang dipergunakan untuk umum, tidak dibuka atau tutup sementara di antaranya pancuran 13, pancuran 7, dan pancuran 5
(dta)
TONTON JUGA DAN SUBSCRIBE :