Rabu, 22 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Semarang

Stok Plasma Konvalesen di Semarang Melimpah, Kini PMI Terkendala Tempat Penyimpanan

 Di tengah surplus plasma konvalesen, UDD PMI Kota Semarang terbentur kendala tempat penyimpanan. 

Penulis: iwan Arifianto | Editor: moh anhar
Dok Pribadi.
Muhaimin (58) atau pak Muh purnawirawan polisi yang terakhir bertugas di Polda Jateng saat mendonorkan darah plasma konvalesen di UDD PMI Kota Semarang. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Di tengah surplus plasma konvalesen, UDD PMI Kota Semarang terbentur kendala tempat penyimpanan. 

Ratusan kantong plasma konvalesen hasil donor terancam rusak jika tak disimpan di tempat yang sesuai. 

"Iya kami terkendala tempat penyimpanan darah atau freezer," ujar Kepala UDD dr. Anna Kartika kepada Tribunjateng.com, Selasa (31/8/2021).

Ia menyebut, kantong darah plasma  konvalesen penyimpanannya  tak jauh berbeda dengan kantong darah biasa.

Baca juga: Satgas Covid-19 Ingatkan Testing dan Tracing Bisa Buat Pemda Cepat Melacak dan Tangani Wabah Segera

Baca juga: Testing dan Tracing Covid-19 Belum Maksimal, Bikin Semarang Belum Dapat Turun PPKM Level 1

Baca juga: Mendikbudristek Ubah Program Prioritas Pendidikan Tahun 2022, Ini Penyebabnya

Yakni di freezer khusus penyimpanan darah bersuhu di bawah minus 30 derajat. 

Tempat penyimpanan itu, lanjut ia, UDD Kota Semarang hanya memiliki tiga unit. 

Masing-masing unit berkapasitas 500 kantong darah. 

Jadi total maksimal mampu menampung 1.500 kantong darah. 

"Tempat itu ga cuma buat nyimpen plasma konvalesen saja tapi juga untuk kantong darah biasa," ungkapnya. 

Ia mengaku, untuk mengantisipasi  kendala tersebut ada beberapa langkah yang dilakukan. 

Di antaranya menjaring pendonor plasma yang memiliki titer antibodi tinggi saja. 

Meski demikian, ia meminta penyintas  Covid-19 untuk tetap mendonorkan plasmanya.

Nanti ketika berdonor akan diseleksi dengan titer antibodi tinggi yang akan diambil.

"Kami berupaya mengamankan stok dengan memaksimalkan penyimpanan karena penyimpanan tak sesuai plasma bisa rusak," tuturnya. 

Baca juga: Mahasiswa Teknik Industri ITTP Purwokerto Buat Alat Bantu Kebocoran Ban Sepeda Motor

Baca juga: Majukan Pendidikan, Mohammad Nuh Raih Budai Award

Baca juga: Apa Itu Terminator? 5 Istilah Lainnya yang Sering Digunakan dalam Turnamen Esports

Ia menyebut, langkah yang bisa dilakukan sementara hanya itu.

Semisal stok berlebih didistribusikan ke daerah lain juga tak bisa. 

Lantaran semua daerah lain juga mengalami hal yang sama, yakni surplus plasma konvalesen

"Jadi tak mungkin dilempar ke daerah lain. Nanti kami maksimalkan penyimpanan yang ada," bebernya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved