Breaking News:

Berita Ekonomi

Terjadi Kelangkaan Kontainer, Ini Penyebab Menurut INSA, Bakal Berdampak ke Harga Barang

Terjadi kelangkaan dan kenaikan tarif kontainer internasional untuk keperluan ekspor-impor. Kondisi yang berlangsung secara gradual sejak semester ke

Editor: m nur huda
tribunjateng/dok
Kegiatan di Terminal Peti Kemas Tanjung Emas Semarang 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Terjadi kelangkaan dan kenaikan tarif kontainer internasional untuk keperluan ekspor-impor.

Kondisi yang berlangsung secara gradual sejak semester kedua tahun lalu, kian memuncak. 

Ketua Umum DPP Indonesian National Shipowners Association (INSA) Carmelita Hartoto membeberkan, kelangkaan kontainer secara gradual terjadi ketika China mulai terkena pandemi pada awal 2020.

Utilisasi cargo yang masuk ke China mulai slow-down karena volume ekspor dari China yang menurun akibat lockdown.

Permintaan kargo impor yang masih tetap tinggi membuat jumlah kontainer terus menumpuk di China. Kondisi ini berangsur-angsur mulai berpengaruh terhadap suplai kontainer di negara-negara lainnya.

Pararel dengan itu, efek pandemi yang terus berlangsung pada hampir semua pelabuhan utama dunia menyebabkan banyak delay, blank sailings, serta vessel omit yang memperburuk perdagangan global. 

Ketua Umum Indonesian National Shipowners' Association (INSA) Carmelita Hartoto.
Ketua Umum Indonesian National Shipowners' Association (INSA) Carmelita Hartoto. (Kontan/Ratih Waseso)

"Sejak saat itu bukan hanya kelangkaan kontainer, namun juga mulai terjadi kelangkaan space kapal (tonnage) yang turut mendorong meningkatnya biaya charter kapal. Freight terus bergerak naik," jelas Carmelita kepada Kontan.co.id, Senin (30/8/2021).

Bagaimana dampaknya terhadap Indonesia?

Menurut Carmelita, untuk muatan dalam negeri hampir tidak ada pengaruhnya, lantaran perdagangan dalam negeri dilakukan oleh kapal-kapal nasional. Namun, kenaikan freight, kelangkaan space dan kontainer berdampak bagi ekspor Indonesia.

Carmelita bilang, kelangkaan kontainer cukup berat bagi Indonesia yang untuk produk ekspornya menggunakan kontainer ukuran 40" High Cube (HC) seperti untuk produk furniture, handycraft, dan garmen.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved