Berita Semarang
Wali Kota Semarang Hendi Tinjau PTM Hari Pertama di Kota Semarang
Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, melakukan tinjauan ke dua sekolah untuk memastikan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) berjalan tertib
Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: Catur waskito Edy
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG -- Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, melakukan tinjauan ke dua sekolah untuk memastikan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) berjalan tertib sesuai protokol kesehatan.
Wali Kota Semarang yang akrab disapa Hendi itu pada kali pertama meninjau SMP Negeri 12 Kota Semarang, dan dilanjutkan setelahnya bergeser ke SD Negeri Srondol Wetan 01 Kota Semarang.
Adapun dari tinjauannya tersebut Hendi menilai pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) hari pertama di wilayahnya berjalan cukup lancar dan baik.
"Hari pertama Alhamdulillah semuanya berjalan sesuai rencana. Adik-adik kita juga semangat, situasinya juga terkendali dengan batasan maksimal 50%," ungkapnya.
Selain dua sekolah yang dikunjungi Hendi, sebanya 480 sekolah lainnya juga menggelar pembelajaran tatap muka terbatas. Dengan begitu tercatat 40 TK, 376 SD, serta 66 SMP baik negeri maupun swasta telah memulai PTM secara bertahap di Ibu Kota Jawa Tengah.
Hendi pun menuturkan kelancaran PTM di Kota Semarang tidak terlepas dari uji coba yang sebelumnya telah dilakukan.
"Untuk hari ini (Senin, Red) di SMP 12 baru siswa kelas IX, minggu depan kelas VII hingga nanti bertahap maksimal 50% dari siswa sekolah, ini kita bertahap," terangnya.
Hendi meyakini bila Dinas Pendidikan Kota dan pihak sekolah memiliki metode sendiri untuk pengawasan protokol kesehatan.
Pihaknya optimis dengan dimulainya PTM, pelayanan pendidikan anak di Kota Semarang ke depan akan lebih maksimal.
"Jadi tidak hanya secara online, tapi juga secara offline. Ada kemampuan untuk berinteraksi secara sosial satu dengan yang lain sehingga saling kenal. Sebenarnya kan sentuhannya itu," jelasnya.
Demi memberikan rasa aman dan nyaman agar tidak menimbulkan persoalan Covid-19 baru, Hendi juga terus mendorong percepatan vaksinasi bagi pelajar yang dilakukan di beberapa titik sekolah.
"Salah satu sasaran vaksinasi yakni sekolah. Jadi semuanya terus berjalan secara pararel," tegasnya. Sehingga terkait PTM pihaknya tidak perlu menunggu capaian vaksinasi, namun hal penting yakni penerapan protokol kesehatan di sekolah.
Senada dengan Hendi, Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang Gunawan Sapto Giri mengungkapkan faktor utama yang perlu memperoleh perhatian yakni protokol kesehatan.
"Paling penting mengedukasi peserta didik dulu agar dia sadar dan paham. Kalau kita PTM, prokes harus dijalankan," ujarnya.
Gunawan juga mengungkapkan pihaknya tak ingin terburu-buru dalam membuka PTM hingga maksimal 50% agar tidak terjadi kerumunan di dalam maupun luar sekolah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/hendi-tinjau-ptm-hari-pertama-di-kota-semarang.jpg)