AS Catat Lonjakan Kasus Covid-19 Lagi, di Atas 150.000 Infeksi/hari

Pada Selasa (31/8), pasien positif corona baru di AS bertambah 156.002 orang dalam sehari, naik 4.000 persen dari posisi terendah 2 Juni 2021 lalu

Editor: Vito
Freepik
Ilustrasi Virus corona 

TRIBUNJATENG.COM, WASHINGTON DC - Amerika Serikat (AS) kembali mengalami kenaikan kasus covid-19 signifikan dalam beberapa hari terakhir.

Rata-rata kasus harian di AS kini mencapai 100.000 lebih, bahkan sempat hampir menyentuh 200.000 infeksi, yakni pada Jumat pekan lalu, di mana otoritas Negeri Paman Sam melaporkan 191.165 kasus baru.

Pada Selasa (31/8) lalu, pasien positif corona baru di AS bertambah 156.002 orang dalam sehari. Dibandingkan dengan posisi terendah 2 Juni 2021 lalu, terjadi peningkatan 4.000 persen kasus.

AS sebenarnya sukses mengendalikan pandemi setidaknya hingga Juni 2021. Pada 2 Juni 2021, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat pasien positif corona di AS 'hanya' bertambah 3.678 orang dalam sehari.

Akan tetapi, peta permainan langsung berubah dengan kehadiran virus corona varian Delta yang lebih menular dibandingkan sebelumnya. Ditemukan kali pertama di India, virus corona varian delta telah menyebar di 170 negara.

Mengutip Worldometers, kenaikan kasus itu membuat kasus covid-19 AS secara akumulatif menembus angka 40 juta kasus. Kasus aktif sebanyak 8,4 juta sementara kematian total tercatat sebanyak 657.909 kasus.

Pandemi covid-19 yang mengkhawatirkan itu mulai membebani fasilitas kesehatan. Rumah sakit di negara-negara bagian di kawasan Selatan negeri itu disebut sudah kewalahan.

Keterisian tempat tidur atau BOR melampaui 90 persen. Hal itu terjadi setidaknya di lima negara bagian, yakni Alabama, Georgia, Texas, Florida, dan Arkansas.

"Tempat tidur ICU kurang dari 10 persen," tulis CNN International, mengutip Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS.

Tak hanya BOR, jumlah ketersediaan oksigen juga semakin menipis. Ini terjadi tak hanya di negara-negara bagian dengan angka infeksi yang tinggi namun juga di wilayah-wilayah di mana angka vaksinasi rendah.

Permintaan pasokan oksigen dan rumah sakit tidak berimbang. Seorang dokter di Florida juga mengatakan banyak orang sekarat dan butuh oksigen. "Sayangnya, di babak ini mereka bisa 'mati lebih cepat'," ujar dr Ahmed Elhaddad.

Tren rawat inap kasus positif covid-19 di AS terus naik. Data dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) menunjukkan tingkat rawat inap 16 kali lebih tinggi ke warga yang tidak divaksin daripada yang sudah mendapat vaksin.

Dari segi vaksinasi, meski 52,1 persen populasi nasional sudah divaksinasi, kasus tinggi masih terjadi di wilayah selatan AS karena banyaknya warga yang enggan disuntik vaksin. AS tidak mewajibkan vaksinasi ke masyarakatnya. (Berbagai sumber)

BERITATERKAIT
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved