Breaking News:

PPKM Level 2

BERITA LENGKAP : Daerah Diminta Tak Gegabah Buka Destinasi Wisata

Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Jawa Tengah meminta daerah-daerah yang berada di level 2 dan level 3 penerapan pembatasan kegiatan m

Penulis: m zaenal arifin | Editor: Catur waskito Edy
Sumber Foto Tribunnews
Ilustrasi destinasi wisata 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG -- Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Jawa Tengah meminta daerah-daerah yang berada di level 2 dan level 3 penerapan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM), agar tak gegabah membuka destinasi wisatanya.

Kepala Disporapar Jawa Tengah, Sinoeng N Rachmadi, mengatakan, semua daerah yang berada di level 2, diharuskan melakukan simulasi terlebih dahulu dan hasilnya dilaporkan ke Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

"Kalau (destinasi wisata) buka, belum. Tapi daerah diizinkan untuk melakukan simulasi. Untuk yang di level 3 melakukan SOP Simulasi dan level 4 melakukan pra simulasi," kata Sinoeng kepada Tribun Jateng, Rabu (1/9).

Lalu bagaimana daerah yang berada di level 2, Sinoeng menegaskan, semua daerah diharuskan melakukan simulasi terlebih dahulu. Untuk proses izin pembukaan, nantinya menunggu kebijakan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, dalam hal ini Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo.

"Pesan Gubernur, perbanyak latihan atau simulasi. Satu lokasi dulu, kalau sudah tawarkan lagi ke destinasi lainnya. Lha bukanya kapan? Nanti nunggu perkembangan epidemologi," jelasnya.

Sinoeng menuturkan, pihaknya telah mengumpulkan seluruh kepala dinas yang membidangi pariwisata di semua daerah di Jawa Tengah. Dari pertemuan itu, semua daerah telah sepakat untuk melakukan simulasi dan pra simulasi.

Ia menjelaskan, pra simulasi merupakan simulasi yang dilakukan internal dari SKPD yang membidangi pariwisata. Sedangkan simulasi yang sebenarnya bisa melibatkan pihak luar, misal jurnalis dan vlogger.

"Diutamakan destinasi yang open space, terbuka, sehingga mengurangi risiko penularan Covid-19. Dengan semakin banyak berlatih atau simulasi, nanti ketika sudah diperbolehkan buka maka sudah tinggal jalan," tegasnya.

Lebih lanjut dikatakan, ia belajar dari pengalaman beberapa waktu saat kasus Covid-19 menurun dan banyak daerah membuka destinasi wisata namun akhirnya ditutup kembali karena kasus kembali meningkat.

Jika melihat tren kasus yang terus menurun dan membaik, namun ia meminta semua daerah untuk tidak serta merta membuka seluruh destinasi wisata. Alasannya, hal itu justru menimbulkan kerumunan di berbagai lokasi.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved