Dongeng Dua Burung Merpati Bersaudara Cerita Fabel Denmark
Inilah dongeng dua burung merpati bersaudara, cerita fabel anak dari negara Denmark.
Penulis: non | Editor: abduh imanulhaq
Dongeng Dua Burung Merpati Bersaudara Cerita Fabel Denmark
TRIBUNJATENG.COM - Inilah dongeng dua burung merpati bersaudara, cerita fabel anak dari negara Denmark.
Di sebuah desa, hidup dua burung merpati yang bersaudara.
Merpati yang lebih tua bernama Bulu Putih, sedangkan adiknya bernama Sayap Biru.
Mereka saling menyayangi satu sama lain.
Bulu Putih adalah merpati yang suka berdiam di rumah, sedangkan Sayap Biru suka bepergian.
Suatu hari, Sayap Biru berkata kepada Bulu Putih,
“Aku ingin melihat dunia. Di rumah saja membosankan. Aku ingin melihat dunia lain.”
“Jangan pergi, Sayap Biru,” kata Bulu Putih.
“Kita aman di sini. Banyak makanan dan semua baik ke pada kita.
Aku dengar merpati diburu oleh manusia di luar sana.
Juga ada burung elang yang suka memangsa kita,” lanjutnya.
“Kau dengar itu,” kata Bulu Putih saat terdengar suara burung gagak.
“Kau akan menyesal jika kau pergi,” katanya lagi.
“Kakak Bulu Putih, mengapa engkau membesar-besarkan masalah?
Aku hanya akan pergi tiga hari. Nanti, kalau pulang,
aku akan ceritakan padamu betapa indahnya dunia luar,” kata Sayap Biru.
“Aku tidak peduli dengan dunia luar.
Aku hanya mengkhawatirkan dirimu.
Aku tidak akan bisa makan dan tidur saat kau berada di luar sana,” kata Bulu Putih.
Tapi, Sayap Biru tetap pergi. Bulu Putih hanya bisa berpesan agar adiknya itu berhati-hati.
Di sebuah tempat, Sayap Biru melihat butiran gandum berserakan di tanah.
Karena lapar, Sayap Biru langsung terbang menghampiri butiran gandum itu.
Saat sedang asyik makan, tiba-tiba ia merasakan terpaan angin kecil dari atas.
Ternyata itu adalah kepakan sayap burung elang yang berusaha menyerangnya.
Dengan cekatan, ia berusaha menghindar dan berhasil.
Sayangnya, kaki dan sayapnya terluka oleh sambaran cakar elang.
Sayap Biru segera bersembunyi di balik dahan yang rimbun.
la mengira sudah aman.
Tapi, tiba-tiba sebuah batu melayang ke arahnya dan hampir mengenainya.
Ternyata, seorang anak manusia sedang melempar batu dengan ketapelnya.
Dengan sisa-sisa tenaga, Sayap Biru terbang pulang.
Kaki dan sayapnya terluka, lalu perutnya juga lapar.
Saat tiba di rumah, Bulu Putih langsung menolongnya dan mengusap kepala adiknya penuh sayang.
“Maafkan aku, Kakak,” kata Sayap Biru.
Pesan Moral dari dongeng fabel ini adalah dengarkanlah nasihat orang yang lebih dewasa dan lebih tahu.
Jangan terlalu percaya diri dan menganggap dirimu paling pintar.
Orang sombong hanya akan merugi dan tidak disukai orang lain. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/dua-burung-merpati-bersaudara.jpg)