Breaking News:

Berita Internasional

Korea Utara Tolak Bantuan 3 Juta Dosis Vaksin Covid-19 Sinovac, Ini Alasannya

UNICEF menyebut bahwa Korea Utara menolak sekitar tiga juta dosis vaksin COVID-19 buatan Sinovac Biotech asal China. Penolakan Korea Utara dengan ala

Editor: m nur huda
AFP/ED JONES
Ribuan orang membungkukkan badan di hadapan patung dua mendiang pemimpin Korea Utara, Kim Il Sung dan Kim Jong Il. Penghormatan ini juga dilakukan di saat merayakan ulang tahun Kim Jong Il pada Sabtu (16/2/2019). 

TRIBUNJATENG.COM - UNICEF menyebut bahwa Korea Utara menolak sekitar tiga juta dosis vaksin COVID-19 buatan Sinovac Biotech asal China.

Penolakan Korea Utara dengan alasan vaksin sinovac harus dikirim ke negara-negara yang terkena dampak lebih parah.

Karena pasokan global yang terbatas untuk vaksin COVID-19 dan berlanjutnya lonjakan kasus virus corona di tempat lain.

Badan PBB tersebut, yang membantu memberikan vaksin COVID-19 atas nama skema COVAX, mengatakan kepada Wall Street Journal, Kementerian Kesehatan Masyarakat Korea Utara menolak pengiriman vaksin Sinovac

Melansir Reuters, Korea Utara pada Juli lalu juga menolak pengiriman vaksin COVID-19 buatan AstraZeneca karena kekhawatiran akan efek samping, menurut sebuah lembaga think-tank Korea Selatan.

Korea Utara belum melaporkan kasus COVID-19 dan telah memberlakukan tindakan anti-virus yang ketat, termasuk penutupan perbatasan dan pembatasan perjalanan domestik.

UNICEF tidak segera menanggapi permintaan komentar dari Reuters.

"Kami terus bekerja dengan otoritas Korea Utara untuk membantu menanggapi pandemi COVID-19," kata juru bicara Aliansi Global untuk Aliansi Vaksin dan Imunisasi, salah satu organisasi yang memimpin COVAX, dalam sebuah pernyataan melalui e-mail.

Nol Kasus Covid-19

Korea Utara mempertahankan statusnya sebagai negara dengan nol kasus virus corona (Covid-19). Selasa (13/7/2021), Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan, dari 35.000 orang yang dites secara acak, tidak ditemukan infeksi Covid-19.

Berdasarkan laporan mingguan WHO tentang Covid-19, ada 718 warga Korea Utara yang menjalani tes virus pada periode 25 Juni hingga 1 Juli. Ini membuat jumlah total warga yang diuji mencapai 32.512, dan tetap tidak ada yang terinfeksi. 

Dalam laporan itu disebutkan, dari 718 warga Korea Utara yang baru diuji ini, 127 orang mengalami gejala, yang ternyata hanya menderita flu ataupun penyakit pernapasan akut.

Sebelumnya, Korea Utara telah mengklaim bebas dari virus corona. Walau begitu, negara ini telah mengambil tindakan yang relatif cepat dan keras terhadap pandemi, seperti memberlakukan kontrol perbatasan yang ketat sejak awal tahun lalu.

Korea Utara diperkirakan akan menerima sekitar 2 juta dosis vaksin virus corona melalui program distribusi vaksin global, tetapi hingga saat ini belum dikirim ke negara yang dipimpin Kim Jong-un tersebut.(*)

Sumber: Kontan

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved