Minggu, 3 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Jateng

Ahli Geodesi ITB Temui Gubernur Ganjar Pranowo Katakan Ini Soal  Air Rob dan Banjir Pesisir Jateng

Penanganan rob dan banjir yang melanda pesisir Jawa Tengah disebut sudah on the treck oleh sejumlah ahli Geodesi dari Institut Teknologi Bandung (ITB)

Tayang:
Penulis: m zaenal arifin | Editor: Catur waskito Edy
Tribun Jateng/Hermawan Handaka
Banjir Lumpuhkan Pantura - Ribuan kendaraan terjrbak macet di Jalan Raya Genuk jalur utama Pantai Utara Jawa (Pantura) yang menghubungkan Semarang menuju Kudus, Kamis (13/12). Akibatnya kemacetan panjang terjadi di jalur pantura dan tak sedikit kendaraan yang mengalami mati mesin. (Tribun Jateng/Hermawan Handaka) 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG -- Penanganan rob dan banjir yang melanda pesisir Jawa Tengah disebut sudah on the treck oleh sejumlah ahli Geodesi dari Institut Teknologi Bandung (ITB).

Hal itu mereka sampaikan saat bertemu Gubernur jawa Tengah, Ganjar Pranowo, di rumah dinas, Rabu (1/9).

Dalam pertemuan itu, dibahas banyak hal terkait penanganan persoalan rob dan banjir yang melanda pesisir Jateng, di antaranya Pekalongan, Semarang dan Demak.

"Penanganan rob dan banjir di Jateng ini sudah on the track. Upayanya sudah berlangsung bagus, namun tetap harus ada penguatan lagi agar lebih optimal," kata ahli Geodesi ITB, Heri Andreas.

Salah satu upaya penanganan banjir dan rob di Jateng, lanjut Heri, adalah pembangunan tanggul. Menurutnya, mau tidak mau tanggul adalah solusi sementara untuk mengatasi rob dan banjir di Jateng. 

"Sudah ke arah yang tepat penanganannya, ada tanggul tol Demak dan tanggul di Pekalongan. Upayanya itu, tinggal dikemas lebih baik lagi sehingga hasilnya lebih optimal," jelasnya.

Menurutnya, persoalan utama rob dan banjir di pesisir Jateng adalah penurunan tanah. Dari sejumlah penelitian, penurunan tanah di pesisir Jateng bisa mencapai 10 cm pertahun. 

"Sehingga tadi kami sepakat dengan pak Ganjar, bahwa kita harus mengendalikan penurunan tanahnya. Caranya sudah ada, yakni mulai pengurangan eksploitasi air tanah," jelasnya.

Selain solusi jangka pendek dengan pembuatan tanggul itu, solusi jangka menengah dan panjang juga harus dilakukan. Solusi jangka panjangnya dengan land and water management.

"Jadi menangani rob dan banjir di Semarang, tidak bisa lepas dari daerah hulunya. Wilayah dari hulu, tengah sampai hilir itu harus diberesi secara pararel," jelasnya.

Penanganan rob dan banjir karena penurunan tanah ini, lanjut Heri, memang bukan persoalan mudah. Butuh waktu cukup lama untuk menyelesaikan itu.

"Hitungan paling cepat 10 tahun, sehingga kalau kita minta cepat beres, ya tidak realistis. Setidaknya 10 tahun itu waktu optimum pembenahan. Bagusnya di Jateng sekarang sudah dimulai, tinggal kita dorong terus dan hasilnya nanti kita lihat di 10 tahun ke depan," pungkasnya.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengatakan, penanganan rob dan banjir di Jateng memang persoalan yang tidak mudah. Sehingga, masukan dari para ahli sangat dibutuhkan agar penanganan berjalan sesuai harapan.

"Saya senang atas masukan-masukannya. Saya sangat berharap ada rekomendasi langkahnya seperti apa, roadmapnya seperti apa. Agar penanganan ini berdasarkan data keilmuan," ucapnya.

Meski begitu, Ganjar membenarkan bahwa upaya penanganan rob dan banjir di Jateng sudah berjalan. Sejumlah aksi telah dilakukan, mulai dari hulu, tengah dan hilir.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved