KKN Unnes

Mahasiswa KKN Unnes Menyulap Limbah Plastik Minyak Goreng Menjadi Pot Tanaman

“Sederhana dan mudah” merupakan dua kata yang tepat untuk merepresentasikan langkah diatas.

Editor: abduh imanulhaq
IST
Hasil pemanfaatan limbah plastik bekas minyak goreng menjadi pot tanaman 

TRIBUNJATENG.COM, PURBALINGGA - In’am Zaidi, mahasiswa KKN Bersama Melawan Covid-19 (BMC) Unnes 2021 mengajak masyarakat di lingkungan RT 2 RW 4 Desa Pekiringan, Karangmoncol, Purbalingga, menyulap limbah plastik kemasan minyak goreng menjadi pot tanaman.

Ide ini muncul tatkala ia menemukan limbah rumah tangga, salah satunya plastik bekas minyak goreng yang tidak termanfaatkan secara baik.

Banyak warga setempat yang membuang sampah plastik bekas minyak goreng ke tempat sampah.

Padahal jika sampah ini dikelola baik akan menjadi sesuatu yang bernilai guna.

Dari sinilah dia mengajak masyarakat setempat lebih bijak lagi dalam mengelola sampah rumah tangga.

Salah satunya menyulap plastik bekas minyak goreng menjadi pot tanaman yang bernilai guna.

"Langkahnya cukup mudah dan murah, kita hanya perlu mengumpulkan plastik bekas kemasan minyak goreng. Kemudian cuci menggunakan sabun guna menghilangkan sisa minyak yang masih menempel. Setelah dirasa bersih, plastik kemudian dikeringkan di bawah sinar matahari atau diangin-anginkan," jelasnya.

Tahap selanjutnya, guntinglah plastik tersebut menjadi setengah bagian.

Tujuannya agar ukuran plastik tidak terlalu tinggi dan besar.

Jangan lupa juga, bagian bawah plastik harus dilubangi guna mengalirkan air yang berlebih.

Jika sudah, isi plastik tersebut dengan menggunakan tanah atau pupuk organik.

"Pot pun sudah jadi dan bisa digunakan sebagai wadah menanam berbagai jenis tanaman. Tanaman yang dipilih dapat menyesuaikan dengan ukuran plastik yang digunakan. Sebagai contoh apabila plastik tersebut berukuran kecil maka bisa menggunakan tanaman cabai atau tanaman bayam," imbuhnya.

Dia menilai “sederhana dan mudah” merupakan dua kata yang tepat untuk merepresentasikan langkah tersebut.

Namun, langkah yang sederhana dan mudah ini perlu menjadi PR mengingat tidak semua orang mau dan ingin melakukannya.

Bijak dalam memanfaatkan sampah merupakan bagian dari nilai konservasi yang harus dijaga dan disosialisasikan kepada khalayak umum.

Sekaligus menjadi salah satu cara kita mewujudkan indikator smart people.

“Langkah ini menjadi salah satu cara untuk mengurangi jumlah sampah yang ada di Indonesia. Sekaligus mengajak masyarakat agar lebih bijak lagi dalam mengelola sampah guna menjaga kelestarian alam dan lingkungan hidup. Kita bisa memulainya dengan melakukan perubahan-perubahan kecil, salah satunya menyulap plastik bekas minyak goreng sebagai pengganti pot tanaman,” tutur In'am. (*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved