Berita Tegal
Omzet Bisnis Seblak Jeletot Rp 100 Juta, Ownernya Asli Pemalang, Pernah 4 Kali Gagal
Kisah Owner Seblak Jeletot yang berulang kali gagal dalam berbisnis kini berbuah manis.
Penulis: Fajar Bahruddin Achmad | Editor: Daniel Ari Purnomo
TRIBUNJATENG.COM, TEGAL - Berganti jenis usaha adalah hal biasa sampai nanti menemukan bisnis paling cocok dan berkembang.
Seperti yang dilakukan Sunaryo (33), meski berkali-kali gagal dalam berbisnis, dia tidak patah arang untuk mewujudkan impiannya menjadi pengusaha sukses.
Pria yang akrab disapa Aryo itu, merupakan warga asal Desa Surajaya, Kabupaten Pemalang.
Dia adalah Owner Seblak Jeletot yang kini mempunyai tiga kedai di wilayah Tegal Raya.
Saat ini dia memiliki sembilan karyawan dengan omzet per bulan sekira Rp 100 juta.
Sebelum menemukan jenis usaha yang cocok dan berkembang seperti saat ini, Aryo pernah empat kali gagal dalam berbisnis.
Bahkan pada awal berbisnis seblak, dia berjualan menggunakan gerobak dengan modal Rp 5 juta.
Aryo bercerita, ia semula bekerja sebagai supervisor perusahaan di Karawang, Jawa Barat.
Tapi ia kemudian memutuskan berhenti setelah memiliki tabungan yang cukup untuk berbisnis, pada 2012.
Ketika itu, usaha awal yang digelutinya adalah peternakan bebek.
Berjalan satu tahun, usahanya diganti dengan peternakan ayam.
Tapi lagi-lagi keuntungan yang didapat tidak sesuai dengan modal.
Enam bulan berjalan, bisnis peternakan ayamnya pun bangkrut.
"Saat itu modal untuk ternak bebek dan ayam sampai Rp 50 juta. Karena modal bisnis habis, saya kerja jadi karyawan pabrik garmen selama delapan bulan," kata Aryo, kepada tribunjateng.com, Sabtu (4/9).
Aryo mengatakan, ia pun sempat menjadi konsultan garmen ikut temannya selama enam bulan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/hidangan-kuliner-seblak-nyemek-kiri-dan-seblak-asam-manis-kanan-di-kedai-seblak-jeletot.jpg)