Berita Semarang
Pernah Terdampak Pergerakan Tanah, Jalan Kampung di Trangkil Diperbaiki Disperkim Kota Semarang
Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Semarang bakal memperbaiki jalan kampung di Trangkil, Kelurahan Sukorejo, Kecamatan Gunungpati
Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: moh anhar
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Semarang bakal memperbaiki jalan kampung di Trangkil, Kelurahan Sukorejo, Kecamatan Gunungpati.
Jalan di kampung tersebut sempat terjadi tanah gerak pada awal 2021 ini.
Kepala Disperkim Kota Semarang, Ali mengatakan, persoalan tanah gerak memang membutuhkan anggatan yang sangat besar.
Pemerintah sebenarnya ingin masyarakat dapat menempati daerah yang layak atau daerah yang bisa dihuni dengan nyaman.
Namun, tanah masyarakat memang berada di situ. Mata pencaharian mereka juga tak jauh dari wilayah itu.
"Kami sebenarnya ingin wilayah tanah getak bisa untuk penghijauan atau hal lain agar tidak terjadi tanah longsor tapi masyarakat tanahnya disitu, penghasilan mereka juga disitu," ujar Ali, Minggu (5/9/2021).
Penanganan yang dilakukan Disperkim saat ini, kata Ali, belum dapat menyeluruh. Pihaknya baru memperbaiki dari sisi infrastruktur jalan dan selokan saja.
"Kami menata jalan saja dan selokan, sedangkan disana persoalannya tanah gerak. Masalah longsor dan sebagainya belum sampai situ," katanya.
Ali menyebutkan, penataan jalan dan selokan di Trangkil menggunakan anggaran APBD sebesar Rp 2 mililar. Dikatakan, sebenarnya masyarakat telah mengajukan penataan jalan sejak 2019 silam. Namun, Disperkim baru dapat menganggarkan tahun ini mengingat tahun lalu ada refocusing anggaran untuk penanganan Covid-19.
Ali menambahkan, meminimalisir terjadinya tanah gerak sebenarnya perlu dilakukun penghijauan. Warga bisa memulai aksi tersebut setidaknya di lingkungan rumah masing-masing.
"Kemarin dari DLH ada tanaman yang bisa menahan longsoran. Di Banyumanik sudah kami praktekan, mungkin bisa diterapkan disana," ujarnya.
Selain di Trangkil, perbaikan infrastruktur jalan kampung juga akan dilakukan di Kelurahan Bulu dan Gunungpati. Dua proyek tersebut menggunakan anggaran dari provinsi.
"Jadi, anggaran provonsi ada dua kegiatan, yang satu anggarannya Rp 3 miliar. Yang satu lagi amggaran Rp 1 miliar. Kami sudah lakukan RKO (Rencana Kerja Operasional) agar anggarannya bisa turun," terangnya.
Sebelumnya, pada Februari Lalu, tanah gerak dan longsor menimpa wilayah RT 6 RW 10, Trangkil Baru, Kelurahan Sukorejo, Gunungpati. Setidaknya, 23 unit rumah retak-retak dan amblas. Infrastruktur jalan pun rusak.
Ketua Bapera Kota Semarang, Anang Buti Utomo saat itu mengaku prihatin atas kejadian tanah gerak dan longsor di wilayah tersebut.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/tanah-gerak-2-3-5-56.jpg)