Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Unsoed Purwokerto

Mahasiswa Biologi Unsoed Purwokerto Ubah Limbah Baglog Jamur Tiram Jadi Compost Tea

Kebutuhan masyarakat Indonesia terhadap padi hitam akhir-akhir ini terus meningkat karena berbagai keunggulan yang dimiliki.

Editor: abduh imanulhaq
UNSOED
Lima mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto tertarik meneliti manfaat limbah baglog jamur tiram. 

TRIBUNJATENG.COM, PURWOKERTO - Lima mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto tertarik meneliti manfaat limbah baglog jamur tiram.

Tim yang beranggotakan Khoerunnisa, Regata Ringga Hanessa Putry, Salma Aulia Salsabila, Mochammad Rezky Darmawan, dan Yasinta Nahdatulia ini tergabung dalam Tim PKM Unsoed di bawah bimbingan Drs. Iman Budisantoso M.P.

Tim PKM Fakultas Biologi Unsoed ini melakukan inovasi pemanfaatan limbah baglog jamur tiram sebagai compost tea untuk meningkatkan kadar flavonoid padi hitam (Oryza stiva L.).

Padi hitam merupakan salah alternatif makanan pokok bagi masyarakat Indonesia yang dapat mewujudkan ketahanan dan diversifikasi pangan nasional.

Kebutuhan masyarakat Indonesia terhadap padi hitam akhir-akhir ini terus meningkat karena berbagai keunggulan yang dimiliki.

Padi hitam mengandung flavonoid yang dapat digunakan sebagai antioksidan dan antikanker.

Selain itu, padi hitam mempunyai beberapa keunggulan dibandingkan dengan padi jenis lain yaitu kaya akan serat, indeks glikemik rendah, dan mengandung beberapa asam amino penting.

Padi hitam juga banyak dikonsumsi oleh penderita diabetes karena kadar gulanya yang rendah, dapat meningkatkan daya tahan tubuh, memperbaiki kerusakan sel hati, mencegah gangguan ginjal, memperlambat penuaan, dan mencegah anemia.

Kandungan flavonoid padi hitam sangat bermanfaat dan dapat ditingkatkan dengan limbah baglog jamur tiram.

Limbah baglog jamur tiram di Indonesia belum dimanfaatkan secara optimal dan hanya dibiarkan menjadi sampah organik.

Padahal limbah baglog jamur dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kesuburan tanah dan pertumbuhan tanaman karena mengandung unsur hara makro diantaranya N (0,6%), P (0,7%), K (0,02%), serta C-Organik (49%).

Baglog Jamur Tiram Jadi Compost Tea
Baglog Jamur Tiram Jadi Compost Tea (IST)

Limbah baglog jamur tiram dapat dijadikan sebagai compost tea.

Compost tea atau yang biasa dikenal dengan ekstrak kompos mengandung mikroorganisme yang menguntungkan seperti Rhizobacteria, Trichoderma, Bacillus, dan Pseudomonas.

Mikroorganisme tersebut mampu meningkatkan pertumbuhan dan produksi tanaman, hormon tumbuhan, serta senyawa kimiawi seperti tanin, fenol, dan flavonoid.

Penelitian ini dimulai dengan membuat kompos dan compost tea limbah baglog jamur tiram.

Selanjutnya, dilakukan pengujian pada padi hitam untuk mengetahui pengaruhnya terhadap pertumbuhan dan kadar flavonoid padi hitam.

Penelitian yang telah dilakukan ini diharapkan dapat menjadi solusi dan informasi dalam meningkatkan pertumbuhan dan kadar flavonoid untuk padi hitam. (*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved