Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Taliban Bentuk Pemerintahan Baru Afghanistan, Junjung Tinggi Syariah Islam

para tokoh pemerintahan dipastikan akan bekerja keras menerapkan aturan dan syariah Islam di negara ini.

Editor: Vito
AP PHOTO/RAHMAT GUL
ilustrasi - Anggota Taliban memasang bendera kelompok mereka sebelum konferensi pers juru bicara Zabihullah Mujahid, di Pusat Informasi Media Pemerintah, Kabul, Afghanistan, Selasa (17/8/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, KABUL - Taliban mengumumkan kabinet pemerintahan interim dengan nama resmi Islamic Emirate of Afghanistan. Pemimpin tertinggi Taliban, Hibatullah Akhundzada menyatakan, pemerintahan ini akan menjunjung tinggi syariat Islam.

"Saya meyakinkan kepada seluruh warga negara bahwa para tokoh pemerintahan akan bekerja keras menerapkan aturan dan syariah Islam di negara ini," katanya, saat mengumumkan pemerintahan Afghanistan, sebagaimana dikutip AFP.

Akhundzada memastikan bahwa kepemimpinan baru Afghanistan ini akan membawa perdamaian, kesejahteraan, dan pembangunan negara. "Islamic Emirate tak punya masalah dengan siapa pun," ucapnya.

Ia memastikan Taliban menginginkan hubungan yang kuat dan sehat dengan negara-negara tetangga, dan semua negara lain berdasarkan interaksi timbal-balik dan saling menghormati.

Namun, hal itu dilakukan dengan catatan bahwa mereka hanya akan menghormati hukum dan perjanjian internasional yang tidak bertentangan dengan hukum Islam dan nilai-nilai nasional negara.

Sebagaimana dilansir The New York Times, Islamic Emirate of Afghanistan ini sebenarnya bukan nama baru. Saat Taliban berkuasa pada 1996-2001, Taliban juga menggunakan Islamic Emirate of Afghanistan sebagai nama pemerintahan.

Patokan pemerintahan kali ini pun sama, yaitu menjunjung tinggi syariat Islam. Meski demikian, belum diketahui seketat apa Taliban menerapkan syariat Islam dalam pemerintahannya kali ini.

Saat pertama kali merebut kekuasaan pada 15 Agustus lalu, Taliban berjanji akan membentuk pemerintahan yang lebih terbuka dan moderat.

Mereka juga berjanji memberikan hak-hak dasar bagi perempuan, tak seperti saat mereka berkuasa dulu.

Namun, sejumlah pengamat mulai pesimistis, karena struktur pemerintahan interim yang diumumkan Taliban kali ini saja diisi muka-muka lama, dan tidak ada satu pun perempuan yang dilibatkan. Padahal, kelompok itu berjanji bakal lebih inklusif.

Dalam upacara pengumuman kabinet baru itu, juru bicara Taliban, Zabihullah Mujahid menyatakan, kabinet ini belum selesai terbentuk.

Ia menegaskan bahwa Taliban masih dalam proses pembentukan pemerintahan yang ajek dan berharap dapat menggandeng kelompok lain.

Kendati demikian, belum diketahui pula Taliban akan memasukkan unsur kelompok lain itu dalam posisi-posisi strategis atau tidak.

Sejauh ini, kepemimpinan Islamic Emirate of Afghanistan masih diisi pentolan-pentolan Taliban.

Seperti diketahui, Taliban menguasai sebagian besar wilayah Afghanistan lebih dari tiga pekan lalu, setelah menggulingkan pemerintahan yang dipilih melalui pemilu.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved