Minggu, 31 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Semarang

Berantakan, Pemkot Semarang Minta Pelaksana Proyek Ducting Rapikan Galian Jalan dan Sisa Material

Pembangunan saluran kabel bawah tanah berdampak pada jalan yang rusak. Galian yang ada kini belum dirapikan. Bahkan lebih dari sebulan dibiarkan.

Tayang:
Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: moh anhar
TRIBUN JATENG/EKA YULIANTI FAJLIN
Proyek ducting di Jalan Imam Bonjol, Kota Semarang, Kamis (9/9/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Pemerintah Kota Semarang bersama KSO PT Moratelindo dan PT Bhumi Pandanaran Sejahtera (BPS) membangun sarana ducting untuk menata estetika kota.

Pemerintah Kota Semarang ingin menurunkan seluruh kabel fiber optik yang bergelantung di udara.

Sekda Kota Semarang, Iswar Aminuddin mengatakan, pembangunan ducting baru tahap pertama.

Jarak proyek ducting pada tahap ini baru sekitar 23 kilometer.

Rencananya, sistem ducting akan diterapkan di seluruh ruas jalan di Kota Semarang.   

Baca juga: Sekeluarga Meninggal di Kecelakaan Sigarbencah Semarang, Ayah Korban: Saya Tidak Tega Mau Cerita

Baca juga: Kecelakaan Maut di Sigarbencah Truk Tabrak Beberapa Motor, Saiful: Yang Meninggal di Depan Saya

Baca juga: BREAKING NEWS: Truk Muatan Cadas Rem Blong di Turunan Dadapan Semarang, Hancurkan Rumah dan Sedan

Disampaikan Iswar, setiap pembangunan pasti ada sisi baik dan buruk.

Pemkot memiliki tujuan baik yakni memperbaiki estetika kota.

Di sisi lain, pembangunan menimbulkan gangguan diantaranya kerusakan infrastruktur.

Kerusakan akibat penggalian pasti terjadi.

Pengembalian infrasktruktur menjadi seperti semula pun memerlukan waktu.

"Perbaikan secara alami, tanah terjadi pemadatan kurang lebih satu sampai dua bulan. Biar jadi kepadatan dulu. Kami sudah minta Moratelindo dan BPS tolong diaspal kembali yang rata," jelasnya, Kamis (9/9/2021).

Iswar menyampaikan, tahun mendatang kemungkinan akan dilakukan pelapisan ulang agar kondisi jalan tetap stabil.

Adapun proyek ducting tahap pertama seharusnya rampung pada September ini.

Kemudian akan dilanjutkan tahap berikutnya untuk seluruh jalan di Kota Semarang.

Namun, pada tahap pertama, sempat ada kendala suplai bahan, terutama box sculper.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved