AHHA PS Pati
Atta Halilintas Minta Maaf dan Beberkan Sanksi Pemain AHHA PS Pati yang Lakukan Tendangan Kungfu
Atta Halilintas Minta Maaf dan Beberkan Sanksi Pemain AHHA PS Pati yang Lakukan Tendangan Kungfu
Penulis: Fachri Sakti Nugroho | Editor: abduh imanulhaq
Atta Halilintas Minta Maaf dan Beberkan Sanksi Pemain AHHA PS Pati yang Lakukan Tendangan Kungfu
TRIBUNJATENG.COM - Bos AHHA PS Pati, Atta Halilintar meminta maaf atas aksi tendangan kungdu yang dilakukan pemain AHHA PS Pati saat melawan Persiraja Banda Aceh.
Dua pemain AHHA PS Pati, Syaiful Indra Cahya dan Zulham Zamrun melakukan pelanggaran keras yang berpotensi mencederai lawan.
Suami Aurel Hermansyah mengungkapkan permintaan maafnya melalui akun media sosial, Rabu (8/9/2021).
Baca juga: Ujian Keberhasilan Transfer AC Milan, Bertanding Lawan Lazio, Liverpool, dan Juventus Dalam Sepekan
Baca juga: Ritual Aneh Pebalap MotoGP, Rossi Bicara dengan Motor, Quartararo Ngobrol, Ini Fungsinya

Selain meminta maaf, Atta juga mengatakan pihaknya telah memberikan sanksi kepada pemainnya.
Ia berharap kejadian ini menjadi pelajaran kepada pihaknya agar bermain lebih baik lagi.
"Dari hati Yang terdalam Mohon maaf sebesar-besarnya."
"Kami Memulangkan pemain kami yang berlaku tidak baik di lapangan."
"Dan kami berharap ini akan dijadikan pelajaran berarti untuk pemain kami kedepannya menghormati dan respect terhadap lawan-lawan kami."
"Maju terus sepak bola Indonesia," tulis Atta.
Dalam unggahan tersebut, Atta juga mengunggah video singkat.
Dalam video tersebut, Atta menjelaskan mengenai sanksi yang diberikan kepada pemainnya.
"Assalamualaikum, saya Atta Halilintar ingin meminta maaf yang sebesar-besarnya mewakili tim kami atas kejadian tidak mengenakkan dari pemain kami saat pertandingan AHH PS FC melawan Persiraja," kata Atta Halilintar.
"Kami dari manajemen juga memberikan peringatan keras ke pemain tersebut dan juga memulangkannya untuk peringatan."
"Dan semoga juga menjadi pelajaran untuk pemain-pemain yang lain, semoga ini menjadi pelajaran bagi kami ke depannya dan semoga di kemudian hari kami dan tim anak-anak kami bermain lebih dewasa dan tetap menjunjung tinggi respect dan menghargai lawan-lawan kami."