Khotbah Jumat

Khutbah Jumat Singkat Menyelamatkan Remaja dari Bahaya Narkoba

Berikut materi khutbah jumat singkat dengan tema Menyelamatkan Remaja dari Bahaya Narkoba yang dikutip dari YPKPI Masjid Raya Baiturrahman Semarang.

MOSLEMWORLD
Khutbah Jumat Singkat Menyelamatkan Remaja dari Bahaya Narkoba 

Selain itu, marilah kita senantiasa tidak letih untuk terus membentengi diri serta keluarga kita dari setiap perilaku maupun perbuatan yang kiranya akan berdampak negatif di kemudian hari.

Bukankah seringkali terjadi suasana buram dalam hidup ini, dimana hubungan antara anak dan orangtua diwarnai perasaan saling menyesal hanya karena keteledoran dalam mendidik putra-putrinya.

Sidang jumat yang dimuliakan Allah SWT

Pada tahun 2015 kerugian negara akibat penyalahgunaan narkoba Rp 63,1 Triliyun dengan pengguna 5,8 juta orang.

Sehingga 40-50 orang meninggal dunia dengan sia-sia setiap hari akibat penyalahgunaan narkoba.

Oleh karena itu sebagai persiapan menangkal terjadinya penyesalan di kehidupan ini, maka diperlukan sikap waspada dan hati-hati dalam mengarahkan pergaulan anak-anak kita di masa yang sangat rawan seperti sekarang ini.

Pergaulan yang senantiasa memerlukan pengawasan dan sikap hati-hati orangtua adalah pergaulan remaja.

Terkadang bisa lengah dan tersesat kepada perilaku yang bertentangan dengan moral agama dan norma-norma masyarakat.

Bahkan akhir-akhir ini kita menyaksikan kecenderungan di kalangan remaja untuk menjadikan narkotika dan minum-minuman keras sebagai bagian dari gaya hidup dalam pergaulan mereka di masyarakat.

Celakanya lagi, gaya hidup seperti ini tidak hanya berkembang di kota-kota saja, melainkan sudah sampai di pelosok desa-desa.

Dengan menyebarnya miras secara bebas jelas akan menyebabkan kerusakan akhlak generasi muda bangsa ini.

Minuman haram ini telah terbukti menjadi biang kemaksiatan dan banyak menyebarkan kekejaman, kebrutalan, dan kemesuman.

Perkenalan seseorang pada kebiasaan mengkonsumsi narkotika dan minum-minuman keras biasanya dimulai dari ajakan teman, demi gengsi, sok modern atau karena hanyut dalam pergaulan bebas atau juga disebabkan kondisi pribadi yang sedang labil.

Hal ini terjadi karena orangtua kurang perhatian terhadap perkembangan jiwa anak-anaknya serta tidak mengindahkan pendidikan agama dan akhlak mereka.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved