Rabu, 20 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Regional

Kapal Tenggelam di Perbatasan Australia, 6 Nelayan Asal Indonesia Selamat 

Enam nelayan ditemukan selamat setelah kapal tenggelam  di wilayah perairan Australia. Enam nelayan tersebut berasal adri Papela, Kecamatan Rote Timu

Tayang:
Editor: m nur huda
Thinkstock
ILUSTRASI. Kapal tenggelam. 

TRIBUNJATENG.COM, KUPANG - Enam nelayan ditemukan selamat setelah kapal tenggelam  di wilayah perairan Australia.

Enam nelayan tersebut berasal adri Papela, Kecamatan Rote Timur, Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Para nelayan tersebut antaralain Ciwa Jako (37), Mardan Liri (16), Didik Ndoke (25), Yudi Umar (20), Ivan Rabana (28), dan Didi Sudirman (45).

"Kejadiannya tadi subuh sekitar pukul 03.00 Wita," ungkap Kasubag Humas Polres Rote Ndao Aiptu Anama Nurcahyo, kepada Kompas.com, Sabtu (11/9/2021).

Anam menuturkan, berdasarkan hasil keterangan dari enam nelayan itu, mereka mencari teripang dan hasil laut lainnya di wilayah pulau Pasir yang masuk perbatasan perairan Australia.

Namun, karena cuaca buruk dan arus deras, mereka terempas sampai ke perairan Pulau Ndao, NTT.

Anam menyebut, kapal tersebut tenggelam di bagian barat Pulau Ndao akibat dihantam gelombang besar.

Setelah diterjang gelombang, mengakibatkan mesin mati dan perahu pecah, sehingga enam nelayan itu berenang menyelamatkan diri ke arah Pantai Marege, Desa Mbali Lendeiki, Kecamatan Ndao Nuse, Kabupaten Rote Ndao.

Anam menuturkan, setelah kapal tenggelam, nelayan atas nama Didi Sudirman tidak ada sehingga, lima nelayan lainnya meminta pertolongan kepada warga setempat.

Kepala Desa Mbali Lendeiki Abraham Bunga, lalu menghubungi Bhabinkamtibmas Ndao Nuse Brigpol Yulius N Sasi bersama Babinsa Ndao Nuse Serda Virgilio Dos Santos.

Mereka bersama-sama warga mencari Didi Sudirman yang hilang. Didi ditemukan petugas dan warga di pantai bagian barat Pulau Ndao dalam keadaan selamat.

Didi hanya mengalami luka lecet. Keenam nelayan itu lalu diamankan di rumah Kepala Desa Mbali Lendeiki.

Para nelayan itu mengaku, sudah 14 hari mencari ikan di Perairan Ndao dan sekitarnya. 

Namun, sejak Jumat (10/9/2021), cuaca berubah ekstrem, sehingga mengakibatkan mesin perahu mati dan perahu pecah.

Setelah beberapa jam berada di rumah kepala desa, enam nelayan itu dibawa ke Puskesmas Ndao untuk mendapatkan perawatan.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved