Sabtu, 25 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Kesehatan

Manfaat Tumbuhan Girang: Obat Luka, Pegal Linu Hingga Antiracun Ular

Tumbuhan Girang (Leea indica (Burm. F.) Merr.) merupakan anggota genus Leea yang masuk dalam suku Vitaceae.

Editor: galih permadi
Budi Santoso/BKSDA Jateng
Tumbuhan Girang (Leea indica (Burm. F.) Merr.) merupakan anggota genus Leea yang masuk dalam suku Vitaceae. 

TRIBUNJATENG.COM - Tumbuhan Girang (Leea indica (Burm. F.) Merr.) merupakan anggota genus Leea yang masuk dalam suku Vitaceae.

Tumbuhan ini tersebar di berbagai daerah di Indonesia. Selain girang (Jawa Tengah), di daerah lain tumbuhan ini sering disebut sulangkar, jirang (Madura), mali-mali (Makasar), ginggiyang (Sunda), kayu ajer perempuan (Melayu), dan uka (Maluku).

Tumbuhan girang secara tradisional sering dijadikan obat alami untuk pengobatan oleh masyarakat di Indonesia (Depkes RI, 2001).

Manfaat

Ketika terluka atau ada bagian tubuh yang mengalami pegal linu, daun Girang dapat digunakan untuk meredakannya.

Untuk mengobati luka baru, dapat digunakan ±30 gram daun Girang segar, setelah dicuci dan kemudian ditumbuk hingga hingga halus.

Setelah itu dapat langsung ditempelkan pada luka, bila ada, lapisi atau balut dengan kain bersih (Depkes RI, 2001).

Menurut penelitian kandungan saponin dapat ditemukan pada bagian akar, kandungan polifenol di bagian daun, dan tanin di bagian buah.

Kandungan kimia lain yang terdapat di tumbuhan Girang ini antara lain, alkaloid, glikosida, dan steroid/triterpenoid (Malinda, 2015).

Hampir semua bagian tumbuhan girang memiliki manfat sebagai obat.

Bagian daun dapat dimanfaatkan menjadi obat pusing, bisul, jantung berdebar, keseleo, luka, perawatan nifas, dan sakit kepala.

Bagian kulit batang dapat dimanfaatkan menjadi antiracun ular.

Bagian akar dapat dimanfaatkan menjadi malaria, sakit perut, dan antifungi.

Bagian bunga dapat dimanfaatkan menjadi obat bisul.

Bagian kayu dapat dimanfaatkan menjadi obat hipakusis (Zuhud et al., 2013).

Morfologi
Tumbuhan girang termasuk ke dalam tumbuhan jenis perdu dengan ketinggian berkisar 1.5 – 5 m. Berbatang tegak, bulat, dan berkayu.

Berdaun hijau, lonjong, majemuk menyirip dengan panjang 8 – 16 cm dan lebar 3 – 7 cm. Warna bunganya hijau, berbentuk seperti payung, dan berada di ketiak daun.

Kelopak dari bunganya berbentuk bintang dengan kepala sari yang berwarna putih.

Buah dan biji berbentuk bulat. Buah berwarna ungu kehitaman. Biji berwarna putih. Berakar tunggang (Zuhud et al., 2013).

Ekologi
Tumbuhan girang tumbuh di dataran rendah di hutan campuran seluruh pulau Jawa dengan ketinggian kurang lebih 1000 meter dari permukaan laut.

Biasanya tumbuh di bawah belukar lain sebagai semak yang tidak berduri (Heyne, 1950).

Sebaran
Tumbuhan girang tersebar merata di daerah tropis dan subtropis, seperti Indonesia, Thailand, Malaysia, India, dan Cina.

Di Indonesia tumbuhan ini tersebar di sebagian besar daerah (Depkes RI, 2001). Di wilayah Kesatuan Pengelolaan Hutan Konservasi (KPHK) Pati Barat.

Tumbuhan girang dapat ditemukan di wilayah Cagar Alam (CA) Keling I abc, CA Keling II/III, CA Kembang, dan CA Gunung Celering di Kabupaten Jepara Provinsi Jawa Tengah.

Penulis:

Budi Santoso
PEH Muda pada BKSDA Jateng
Kepala KPHK Pati Barat

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved