Guru Menulis

Pelatihan Menulis Tribun Jateng: Para Guru, Jangan Simpan Idemu

Pelatihan menulis artikel di media massa untuk para guru digelar Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Inggris Kabupaten Pemalang

mamdukh ap
potongan layar Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendisikan (FKIP) Universitas Pekalongan, Dr Fahrudin Eko Hardianto saat menyampaikan materi 

TRIBUNJATENG.COM,SEMARANG- Pelatihan menulis artikel di media massa untuk para guru digelar Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Inggris Kabupaten Pemalang, bekerja sama dengan Tribun Jateng, Universitas Pekalongan (Unikal), dan Komunitas Guru Berkarya (KGB).

Pelatihan yang dilaksanakan secara virtual ini resmi dibuka pada Sabtu (18/9/2021) dan akan berlangsung hingga 21 September 2021.

Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendisikan (FKIP) Universitas Pekalongan, Dr Fahrudin Eko Hardianto memberikan materi tentang pentingnya karya berupa artikel ilmiah dan artikel populer dalam ranah profesi kependidikan.

Ia juga membeberkan perbedaan artikel ilmiah dan populer. Misalnya, dari segi bahasa penulisan yang mana dalam artikel ilmiah memiliki gaya bahasa baku atau sesuai kaidah keilmuan dan keilmiahan.

Sedangkan pada artikel populer, lebih cenderung menggunakan bahasa sehari-hari atau tidak formal.

"Penggunaan bahasa harus mampu jadi magnet orang yang membacanya. Seperti pada judul harus magnetik, tidak terlalu panjang," kata Fahrudin.

Ia juga mengungkapkan kiat-kiat dalam menulis. Menurutnya, hal yang paling sulit menulis adalah memulainya.

Dalam menulis artikel, kata dia, penulis harus mencari ide; mengumpulkan data, fakta, referensi, dan bahan bacaan; menulis dengan ekspresi bebas; lalu harus ada sistem editing.

Terkait ide, Fahrudin menyatakan guru harus menggali ide. Cari ide yang ada di lingkungan terdekat, ide yang disukai, dan ide yang digeluti.

"Ide jangan disimpan, tapi keluarkan dalam bentuk tulisan. Harus berani idenya dalam tulisan di media dibaca banyak orang," tandasnya.

Sumber ide tulisan, lanjutnya, juga bisa berasal dari membaca, mendengar, dan silaturahim.

"Semakin banyak membaca, jadi semakin tahu, menulis juga bisa dengan mudah," imbuhnya.

Semangat menulis bagi guru di media massa semakin meningkat seiring adanya ruang penulisan di berbagai media massa bagi guru.

Menulis artikel di media massa bagi guru memberi manfaat yang positif, antara lain membudayakan guru untuk menulis ide ataupun gagasan yang terkait dengan dunia pendidikan, berpikir kritis, ilmiah dan sistematis sehingga bisa diaplikasikan dalam pembelajaran.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved