Wawancara
WAWANCARA : Kepala BMKG Jateng :Kami Minta Masyarakat Waspadai Musim Pancaroba
Banyak warga di Jawa Tengah bertanya-tanya mengapa September ini saat siang hari sangat panas.
Penulis: budi susanto | Editor: Catur waskito Edy
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG -- Banyak warga di Jawa Tengah bertanya-tanya mengapa September ini saat siang hari sangat panas.
Kemudian sore atau malam hari sering terjadi hujan, meski tak lama. Padahal sekarang masih musim kemarau. Selain itu, prediksi tentang kapan musim hujan datang, dan daerah mana saja yang mengalami curah hujan tinggi, maupun rendah. Daerah mana datang hujan lebih awal dan akhir di Jawa Tengah ini, dan sebagainya.
Nah untuk menjawab soal tersebut sekaligus memberikan penjelasan lengkap dan ilmiah, Tribunjateng.com melakukan wawancara eksklusif dengan Kepala BMKG Stasiun Klimatologi Kelas I Semarang, Sukasno, Kamis (16/9/2021). Program Tribun Topik ini dipandu host Iswidodo News Manager Tribun Jateng dan video tayang di media sosial Tribunjateng.com.
Kali ini perbincangan mengenai cuaca tersebut ditranskrip oleh wartawan Tribun Jateng, Budi Susanto. Berikut petikan wawancaranya.
Pak kenapa sekarang siang hari terasa lebih panas?
Baik terima kasih. Kondisi sekarang ini awan tidak menutupi permukaan bumi. Sehingga energi panas matahari langsung diserap bumi tanpa ada halangan. Lalu kenapa saat malam hari masih terasa panas.
Karena tingkat kelembapan tinggi, ditambah dengan Sea Surface Temperature (SST), atau suhu permukaan laut lebih tinggi dari normalnya yang mengakibatkan penguapan lebih tinggi dari biasanya, dan dampaknya suhu di Jateng saat malam hari ikut naik
Kapan awal musim hujan Pak?
Berdasarkan hasil pengelolaan dan analisis data serta memperhatikan perkembangan kondisi fisis dan dinamika atmosfir, awal musim hujan di Jateng akan terjadi pada dasarian (10 hari) III bulan September. Tapi rata-rata di Jateng akan terhadi musim hujan Oktober mendatang.
Daerah mana saja hujan September?
Beberapa wilayah di Jateng akan lebih awal memasuki musim hujan, seperti Kabupaten Cilacap dan Banyumas. Selain itu Banjarnegara, Purbalingga, Kabupaten Kebumen bagian utara, Pemalang selatan, Pekalongan, bagian selatan Kabupaten Brebes, Tegal dan Wonosobo. Daerah-daerah itu akan datang hujan lebih awal.
Sedangkan hujan pada dasarian II bulan November yaitu dialami oleh utara Kabupaten Rembang, wilayah timur laut Kabupaten Pati, sebagian timur Jepara.
Berapa lama Jateng mengalami musim hujan?
Sifat hujan musim ini kami perkiraan normal, untuk panjang periode paling pendek 14 Dasrian (1 dasarian = 10 hari) atau kurang lebih 5 bulan, dan terpanjang 9 bulan, dengan puncak musim hujan pada Januari 2022.
Kami minta masyarakat waspada saat memasuki musim hujan karena potensi cuaca ekstrem saat peralihan musim bisa kapan saja terjadi. Khusunya wilayah dengan potensi rawan banjir dan tanah longsor.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/musim-kemarau-membuat-sungai-kanal-bajir-timur-kota-semarang.jpg)