Berita Karanganyar
Cara Menjual Tanaman Harga Selangit Ala Paiman Karanganyar, Kini Miliki Mobil dan Rumah Dua Lantai
Seorang penjual tanaman hias warga Dusun Mogol, Desa Ledoksari, Kabupaten Karanganyar tidak sekali dua kali menjual tanaman dengan harga jutaan.
TRIBUNJATENG.COM, KARANGANYAR - Seorang penjual tanaman hias warga Dusun Mogol, Desa Ledoksari, Kabupaten Karanganyar tidak sekali dua kali menjual tanaman dengan harga jutaan rupiah.
Dia adalah Paiman (30) ia baru saja menjual tanaman hias Monstera Variegata yang harganya fantastis Rp 225 juta.
Sebelumnya ia pernah menjual tanaman lain seharga ratusan juta hingga puluhan juta.
Kini ia sudah memiliki rumah dua lantai mobil dan hingga motor.
Baca juga: Update Corona Wonosobo Hari Ini Minggu 19 September 2021: 14,552 Positif Covid, Jateng 479.083
Baca juga: Hotline Semarang: Ini Nomor Kontak Aduan Pungli di Kota Semarang
Baca juga: Sinopsis Ikatan Cinta RCTI Malam Ini Minggu 19 September 2021 Elsa Tak Sabar Tunggu Kelahiran Anak
Paiman mengaku uang hasil penjualan Monstera Variegata tersebut untuk inventasi.
"Uangnya buat ditabung dan buat dibeli bunga lagi, kebetulan saya punya toko tanaman hias," ungkapnya dikutip dari TribunSolo.com, Sabtu (18/9/2021).
Meski harganya setara mobil, dia tak menggunakan uang yang tidak diduga tersebut untuk membeli mobil atau rumah.
"Motor, mobil, rumah lantai dua, sudah punya semua. Jadi ya buat lanjut usaha saja, dari bunga kembali ke bunga," jelas dia.
Tak hanya itu, ini bukan pertama kalinya Paiman menjual tanaman hingga ratusan juta rupiah.
Sebab dirinya telah menjual tanaman hias sejak lulus SMP dan telah memiliki cabang di Blora dan Tawangmangu.
"Dulu pernah jual seharga Rp 185 juta, sekarang juga masih ada tapi masih kecil-kecil harganya masih dikisaran Rp 50 - 150 jutaan," ungkapnya.
Sebagai penjual tanaman hias, Paiman mengaku tidak ada perawatan khusus pada tanamannya.
"Enggak ada, paling disiram tekuni saja, beli tanaman dari kecil kalau udah gede baru dijual lagi," jelas dia.
Sepintas tanaman jenis Monstera Variegata atau kerabat dengan Janda Bolong yang dihargai semobil Rp 225 juta tak ada istimewanya.
Namun Mulyono yang ikut menyaksikan pembayaran tanaman hias milik warga Tawangmangu oleh kolektor tanaman hias asal Solo, memberikan fakta lain.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/sosok-paiman-warga-tawangmangu-karanganyar-yang-jual-monstera.jpg)