Senin, 20 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Nasional

Ini Situasi Covid-19 di Indonesia Terkini di Hari Terakhir Penerapan PPKM

Hari ini, Senin (20/9/2021), terakhir penerapan PPKM Level 2-4 oleh pemerintah untuk mengendalikan penyebaran covid-19 di Indonesia.

Editor: m nur huda
Dokumentasi Humas Pemprov Jateng
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menghibur pasien Covid-19 di asrama haji Donohudan Boyolali, Selasa (17/8/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Hari ini, Senin (20/9/2021), terakhir penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 2-4 oleh pemerintah untuk mengendalikan penyebaran covid-19 di Indonesia.

Sebagaimana diketahui, pemerintah melakukan evaluasi PPKM di Jawa-Bali tiap satu minggu sekali dan di luar Jawa-Bali setiap dua minggu sekali.

Pada periode PPKM kemarin pemerintah melakukan pelonggaran di berbagai sektor kegiatan.

Misalnya, bioskop dibuka dengan kapasitas maksimal 50 persen pada kota-kota PPKM level 3 dan 2.

Kemudian, perluasan pembukaan lokasi wisata di berbagai kota dengan penerapan protokol kesehatan, hingga penerapan ganjil-genap pada daerah-daerah wisata.

Berbagai pelonggaran dilakukan lantaran pemerintah menilai situasi Covid-19 sudah menunjukkan perbaikan.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, perbaikan situasi pandemi ditandai dengan berkurangnya kabupaten/kota yang berstatus level 4 dalam pelaksanaan PPKM.

"Dari 11 kota/kabupaten level 4 pada minggu yang lalu, pada hari ini jumlahnya berkurang menjadi hanya 3 kota/kabupaten," kata Luhut dalam konferensi pers Senin (13/9/2021) malam.

Perkembangan kasus Covid-19 pun diklaim terus menunjukkan perbaikan signifikan.

Hal ini nampak dari menurunnya kasus konfirmasi Covid-19 nasional hingga 93,9 persen Secara spesifik kasus Covid-19 di Jawa-Bali turun hingga 96 persen dari titik puncaknya pada 15 Juli lalu.

Bersamaan dengan itu, jumlah kasus aktif juga sudah turun di bawah 100.000 kasus.

Menurut Luhut, pesatnya perbaikan situasi pandemi di Jawa-Bali menyebabkan penurunan level PPKM lebih cepat dibandingkan perkiraan pemerintah.

Namun demukian, hal ini tidak diikuti dengan kecepatan vaksinasi, implementasi PeduliLindungi, dan lemahnya protokol kesehatan.

Sehingga, kondisi itu berpotensi memunculkan pandemi gelombang berikutnya. "Penurunan level PPKM di berbagai kota menyebabkan banyak euforia dari masyarakat yang tidak disertai dengan implementasi protokol kesehatan dan penggunaan PeduliLindungi," ucap Luhut.

Melihat perkembangan situasi ini, Presiden Joko Widodo pun telah berulang kali mengingatkan masyarakat untuk tetap berhati-hati.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved