Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

PON Papua

Selain Teror KKB, Aparat Juga Antisipasi Gesekan Antar-Suku yang Berpotensi Ganggu PON XX Papua

Selain mengantisipasi adanya teror dari KKB saat penyelenggaraan PON XX Papua, TNI-Polri juga mengantisipasi potensi gangguan keamanan gesekan antarsu

Editor: m nur huda
Tribunnews.com/Istimewa
TNI-Polri yang tergabung dalam Satgas Nemangkawi berjaga di Bandara Ilaga, Kabupaten Puncak, Papua, Kamis (29/4/2021). 

TRIBUNJATENG.COM - Selain mengantisipasi adanya teror dari Kelompok Kriminal Bersenjata atau KKB saat penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua, TNI-Polri juga mengantisipasi potensi gangguan keamanan gesekan antarsuku yang kerab terjadi. 

Kepolisian Resor (Polres) Mimika, Papua, menyebutkan pihaknya terus memantau pergerakan KKB yang berpotensi mengganggu keamanan.

Selain potensi gangguan KKB, ada juga potensi gangguan keamanan lain, terutama yang berasal dari gesekan antarkelompok suku dan lainnya yang selama ini kerap terjadi di Mimika

"Kita semua sudah tahu Timika itu rawan sekali potensi konflik atau gesekan antarsuku dan lainnya. Maka sekecil apa pun gesekan itu harus diselesaikan pada jam itu juga, tidak boleh menunggu sampai satu hari atau berhari-hari," kata Kapolres Mimika AKBP IGG Era Adhinatan dilansir dari ANTARA, Minggu (19/9/2021).

Sebenaranya, kata Era Adhinatan, ancaman gangguan gerombolan separatis KKB sudah mulai berkurang karena sebagian besar faksi KKB yang sempat bercokol di wilayah Tembagapura sudah kembali ke daerah asalnya.

Namun, aparat TNI-Polri terus mewaspadai keberadaan KKB.

"Walaupun sebagian besar kelompok itu sudah keluar dari wilayah Kabupaten Mimika, tetapi kami masih terus memantau ketat pergerakan mereka. Kami akan memperketat pengamanan di titik-titik rawan perlintasan mereka," kata Era Adhinata.

Kata dia, aparat TNI dan Polri akan berupaya maksimal mencegah dan mengamankan wilayah Mimika dari KKB, apalagi jika sampai gerombolan separatis bersenjata itu melakukan aksi-aksi mengganggu keamanan.

Untuk mengamankan PON XX Papua di Klaster Kabupaten Mimika, TNI dan Polri mengerahkan sebanyak 1.500 personel yang terdiri atas 997 personel Polri dan 485 personel TNI.

Khusus Polri, sebanyak 432 personel didatangkan dari luar, yaitu 400 personel Brimob Polda Sulut, Polda Kalimantan Tengah, dan beberapa polda lainnya, serta ditambah 32 personel Polres Asmat.

"Pasukan BKO yang didatangkan dari luar dan sudah tiba di Timika, yaitu Brimob Polda Sulut sebanyak 100 personel. Dalam waktu dekat akan tiba lagi Brimob BKO  Polda Kalteng dan Polda yang lainnya," katanya.

Seperti diketahui, perhelatan akbar di bidang olaharaga nasional ini akan dilaksanakan pada Sabtu, 2 Oktober sampai Jumat, 15 Oktober 2021. Ajang olahraga tertinggi nasional ini akan dibuka langsung oleh Presiden Joko Widodo. 

"Acara akan dibuka oleh presiden, waktunya tanggal 2 jam 19.00 kita berharap di situ tidak akan lama, paling satu setengah jam akan selesai mencakup ini semuanya," ujar Ketua Panitia Pengawas dan Pengarah (Panwasrah) PON XX Papua, Mayjeng TNI (Purn.) Dr. Suwarno.

Adapun Kabupaten Mimika, sebagai salah satu klaster penyelenggara PON XX Papua, menjadi tuan rumah untuk sembilan cabang olahraga dengan 12 nomor yang dipertandingkan di PON XX Papua, yaitu atletik, basket, futsal, bola tangan, panjat tebing, biliar, judo, tarung derajat, aerosport yang mencakup terbang layang, aeromodeling, dan terjun payung.

(*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.tv dengan judul Selain KKB, Polres Mimika juga Antisipasi Gesekan Suku yang Dapat Ganggu PON XX

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved