Sabtu, 9 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Viral

Sosok Danu dalam Kasus Pembunuhan di Subang hingga Darah di Baju Yosef, Ini Perkembangan Terbaru

Dari rekaman CCTV terlihat ada perempuan misterius di waktu penemuan ibu dan anak tersebut

Tayang:
Editor: muslimah
Tribun Jabar/Dwiki MV
Petugas kepolisian saat kembali mendatangi lokasi kejadian perampasan nyawa ibu dan anak di Kampung Ciseuti, Desa/Kecamatan Jalancagak, Kabupaten Subang, Jawa Barat, Rabu (15/9/2021). 

Dilansir TribunnewsBogor.com dari Kompas TV, pria yang punya nama lengkap Muhammad Ramdanu itu membantah semua tudingan Yosef

Berstatus sebagai saksi kasus pembunuhan Tuti dan Amalia, Danu pun blak-blakan.

Bahwa tiap kali hendak ke rumah mendiang Tuti dan Amalia, Danu selalu izin terlebih dahulu.

Hal itu lantaran Danu tak punya kunci ke rumah tersebut.

"Kalau akses mah Danu nge-WA dulu kalau mau ke rumah. Enggak ada langsung buka pintu atau apa. Kalau kunci juga enggak sama Danu," pungkas Danu dikutip pada Senin (20/9/2021).

Lebih lanjut, Danu pun menjelaskan tugasnya ketika datang ke rumah Tuti.

Sebagai keponakan sekaligus staf TU di yayasan milik Yosef, Danu mengaku hanya datang ke rumah Tuti jika disuruh.

Muhammad Ramdanu (21) salah seorang saksi yang sempat disebut memiliki akses keluar-masuk dari rumah korban prampasan nyawa di Subang.
Muhammad Ramdanu (21) salah seorang saksi yang sempat disebut memiliki akses keluar-masuk dari rumah korban prampasan nyawa di Subang. (Tribun Jabar/Dwiky Maulana Vellayati)

Danu akan sigap datang jika sang bibi, Tuti memintanya.

"Kalau almarhum suruh nge-print, nyuruh beli apa, langsung buru-buru datang. Kalau disuruh aja. Danu benar-benar pegang kunci tuh kunci SMK. Kan ada duplikatnya 3. Sama Danu satu, Pak Wahyu satu, Pak Kosasih satu," ungkap Danu.

Tak hanya itu, Danu juga kerap minta izin terlebih dahulu ke Amalia, sepupunya yang jadi korban pembunuhan, jika mau ke rumah.

Alasan Danu ke rumah Tuti pun tak lain karena urusan pekerjaan.

"Kunci SMK itu sama Danu. Tapi kalau kunci rumah itu Danu enggak pegang sama sekali. Kalau mau ke rumah juga WA dulu 'Mel ada di rumah enggak ?' 'Mel ada print-an. Boleh enggak Danu ke sana?'," imbuh Danu.

Diakui Danu, dirinya bekerja sebagai staf TU di yayasan milik Yosef.

Sementara diketahui, Amalia dan Tuti, korban pembunuhan sadis di Subang berstatus sebagai bendahara di yayasan.

"Mangga wae lah, Danu enggak punya salah. Ya kalau tanggapan dari mereka dugaan bahwa Danu megang kunci, sok aja, pasrahkeun. Danu enggak pegang kunci," ungkap Danu.

Sumber: Tribun Bogor
Halaman 2/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved