Berita Semarang
Pembobol ATM di Tlogosari Beraksi 13 Menit, Ada Kaitan dengan Pelaku di Gunungpati? Ini Kata Polisi
Karyawan toko, Rizal Maulana satu diantara pegawai yang pertama kali melihat mesin ATM dalam keadaan rusak
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Hanya berjarak sehari, dua ATM di semarang dibobol maling.
Yang pertama di Gunungpati dimana pelaku menggasak ratusan juta rupiah.
Terbaru di Tlogosari. Kali ini aksi pelaku gagal.
Apakah kejadian ini punya keterkaitan?
Simak analisa polisi.
Baca juga: 5 Manfaat Jahe yang Sudah Dibuktikan Berdasar Penelitian Ilmiah, Termasuk Mengurangi Nyeri
Baca juga: Jadi Buron di Malaysia, Seorang Transgender Pengusaha Ternama Ditangkap di Thailand
Baca juga: Kiwirok Kembali Memanas, Terjadi Baku Tembak TNI dengan KKB Papua
Aksi pembobolan mesin anjungan tunai mandiri (ATM) kembali terjadi di Indomaret. Kali ini di Indomaret Jalan Syuhada Raya, Tlogosari Wetan Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang, Senin (20/9/2021). Mesin ATM di rusak adalah mesin ATM bersama.
Pelaku melakukan aksinya masuk ke dalam toko merusak atap dan plafon.
Namun rupanya aksi yang dilakukan pelaku gagal.
Pelaku hanya berhasil membuka penutup mesin ATM.
Mereka tidak dapat menggasak boks uang yang ada di dalam mesin ATM.
Ternyata, mereka tidak hanya merusak ATM, pelaku mengambil uang berada di meja kasir.
Kejadian baru diketahui saat pegawai Indomaret sedang membuka tokonya.
Saat ini mesin ATM tersebut telah diperbaiki dan dapat digunakan untuk transaksi.
Karyawan toko, Rizal Maulana satu diantara pegawai yang pertama kali melihat mesin ATM dalam keadaan rusak.
Dia melihat mesin ATM saat dalam keadaan terbuka saat membuka toko sekitar pukul 05.45.
"Saya pas buka rolling door (pintu) toko mesin atm sudah dalam keadaan terbuka," ujarnya saat ditemui Tribun Jateng.
Dia melihat kondisi mesin atm penutupnya dalam keadaan patah diduga akibat di gergaji.
Tidak hanya itu dirinya juga melihat kondisi atap bagian belakang toko dalam keadaan bolong.
"Penutup mesin ATM dalam keadaan patah akibat digergaji. Kondisinya sudah berantakan. Kemudian atap toko dalam keadaan bolong," jelasnya.
Rizal menuturkan pelaku gagal mengambil uang yang ada di dalam ATM. Pelaku tidak bisa membuka cover pengaman ATM lainnya.
"Uang yang ada di ATM dalam keadaan masih utuh. Karena pelaku tidak bisa membobol pengaman lainnya yang ada di mesin atm," terangnya.
Meski gagal membobol ATM, kata dia, pelaku berhasil membawa kabur sebagian uang yang di meja kasir. Uang kasir yang hilang sebesar Rp 750 ribu.
"Kondisi meja kasir sudah terbuka dan berantakan," kata dia.
Ia mengatakan untuk etalase saat itu keadaan rapi. Pihaknya belum tahu apakah ada barang-barang toko yabg hilang.
"Kami masih cek barang apa saja yang hilang," tutur dia.
Terekam CCTV
Karyawan toko, Rizal Maulana mengatakan dari rekaman CCTV pelaku melakukan aksinya sekitar pukul 02.00.
Pelaku melakukan aksinya seorang diri.
"Saat itu kondisi toko dalam keadaan gelap, pelaku menggunakan penutup kepala dan masker. Pelaku juga menggunakan sarung tangan," tuturnya saat ditemui tribun jateng.
Menurut Rizal, pelaku hanya lima menit di mesin ATM. Kemudian pelaku menuju meja kasir dan membawa uang yang ada di kasir.
"Berdasarkan rekaman CCTV pelaku berada di dalam toko selama 13 menit," kata dia.
Sebelumnya, Pelaku melakukan aksinya masuk ke dalam toko merusak atap dan plafon. Namun rupanya aksi yang dilakukan pelaku gagal.
Pelaku hanya berhasil membuka penutup mesin ATM.
Pelaku tersebut tidak dapat menggasak box uang yang ada di dalam atm tersebut.
Tidak hanya merusak ATM saja yang dirusak, pelaku mengambil uang berada di meja kasir.
Polisi Temukan Sidik Jari
Polisi temukan sidik jari pelaku pembobolan di mesin ATM Indomaret Jalan Syuhada Raya Kelurahan Tlogosari Wetan Kecamatan Pedurungan, Senin (20/9/2021).
Kapolsek Pedurungan Kompol Asfauri mengatakan kejadian tersebut diketahui pukul 05.45 oleh pegawai Indomaret. Pegawai tersebut saat membuka pintu toko melihat arah kasir dalam keadaan terbuka.
"Sebagian uang di Laci Kasir hilang senilai Rp 750 ribu. Kemudian saksi melihat atap toko sudah dalam keadaan bolong," ujarnya.
Selanjutnya, kata dia, pegawai tersebut melihat ke arah ATM dalam keadaan rusak. Namun untuk uang ada di dalam brangkas dalam keadaan aman.
"Diduga untuk isi brangkas dlm keadaan aman," jelasnya.
Menurutnya, karyawan Indomaret melaporkan kejadian tersebut sekitar pukul 08.00. Polisi kemudian menindak di tempat kejadian perkara.
"Polisi menemukan banyak sidik jari di mesin atm," ujarnya.
Menurutnya, Polisi juga sudah mengantongi pelaku pembobolan yang terekam CCTV. Pelaku yang melakukan hanya satu orang.
"Pelakunya dimungkinkan beda dengan kasus Gunungpati. Gunungpati lebih terencana dan yang di Syuhuda masih amatiran," ujar dia.
Menurut dia, pelaku dimungkinkan lari ke belakang toko tersebut. Sebab di belakang toko itu merupakan kebun tebu.
"Belakang Indomaret masih kebun tebu," ujar dia.
Ia mengatakan hingga saat ini masih dua orang saksi yang diperiksa yaitu karyawan Indomaret. Untuk warga belum dilakukan pemeriksaan.
"Yang diperiksa masih karyawannya. Karena yang mengetahui karyawannya," tandasnya.
Sementara itu, Kasatreskrim Polrestabes Semarang AKBP Donny Lumbantoruan menuturkan pelaku gagal membobol ATM Indomaret. Meski begitu pelaku berhasil menggasak uang yang ada di kasir.
"Uang yang dibawa Rp 750 ribu," kata dia.
Ia mengatakan, dari rekaman CCTV terlihat satu pelaku sedang memutari toko. Namun demikian pihaknya memeriksa CCTV tersebut.
"Kami masih memeriksa CCTV tersebut. Pembobolan tersebut diperkirakan terjadi pada pukul 02.00," tuturnya.
Maling Bobol ATM Bank di Gunungpati, Angkut Uang Rp 849 Juta

Sebelumnya, aksi pembobolan mesin ATM terjadi di Indomaret Plalangan, Gunungpati, Kota Semarang, Sabtu (19/9/2021) dini hari.
Indomaret tersebut jenis reguler jadi saat malam hari tutup.
Lokasi Indomaret berada di pinggir jalan raya hanya berjarak 850 meter.
Maling beraksi cukup cerdik, lantaran bekerja dengan rapi.
Mereka awalnya membobol tembok Indomaret sisi selatan.
Lebar diameter sekira 35 sentimeter atau cukup dilalui tubuh orang dewasa.
Pembobolan tembok dilakukan tepat di belakang mesin ATM.
Selepas itu, mereka beraksi membobol mesin ATM dengan cara di las.
Total uang sebesar Rp 849 juta berhasil digasak maling.
"Iya total kerugian segitu," ujar Kasatreskrim Polrestabes Semarang, AKBP AKBP Donny Lumbantoruan saat dihubungi Tribunjateng.com, Sabtu (18/9/2021).
Kejadian itu, diketahui pertama kali oleh karyawan Indomaret.
Ketika itu, mereka hendak buka toko sekira pukul 06.00 WIB.
Mereka kaget melihat tembok dan mesin ATM sudah jebol.
Donny melanjutkan, kasus tersebut masih dalam penyelidikan.
"Masih lidik oleh tim gabungan," paparnya.
Sementara itu, karyawan Indomaret Sinta Listyan mengatakan, ketika memasuki toko sudah melihat bagian mesin ATM BPD Bank Jateng telah terbuka.
"Tembok sisi kanan toko juga sudah jebol jadi kami langsung lapor polisi," ungkapnya.
Tribunjateng.com, masih berusaha pihak Bank BPD Jateng terkait kejadian tersebut.
Pantauan di lapangan, tembok yang dijebol maling sudah ditambal oleh tukang.
Operasional toko sempat terhenti lantaran ada olah tempat kejadian oleh polisi.
Kini toko beroperasi normal kembali.
Kasatreskrim Polrestabes Semarang, AKBP Donny Lumbantoruan, mengatakan hingga saat ini masih membandingkan aksi pembobolan mesin ATM di beberapa tempat.
Pihaknya menduga terdapat kemiripan di beberapa tempat satu diantaranya yang berhasil di bobol pelaku di wilayah Mranggen.
"Kami masih membandingkan ada beberapa tempat yang mirip kejadiannya," jelasnya, Minggu (19/9/2021).
Informasi yang diperolehnya ada beberapa lokasi yang menjadi sasaran pembobolan ATM yaitu Indomaret di Mranggen Demak, Grobogan, Ungaran, Salatiga.
Sasaran aksi kejahatan tersebut dilakukan selama bulan September 2021.
"Namun ada yang berhasil membawa kabur uang, ada yang tidak berhasil. Yang berhasil kemarin di Mranggen Demak sebesar Rp 87 juta," terangnya.
Pihaknya menduga pelaku yang melakukan aksi di sejumlah tempat sama dengan di Indomaret Plalang Gunungpati.
"Bisa jadi berhubungan, ada kemiripan. Sasarannya ATM," tuturnya.
Selain itu, kata dia, di lokasi kejadian terdapat CCTV berada ATM dalam keadaan mati.
Pihaknya juga juga masih memeriksa 3 CCTV yang ada di toko.
"Kalau yang di toko hanya ada gambar percikan api," ujar dia.
Ia menuturkan hingga baru tiga saksi yang diperiksa.
Saksi itu diantaranya dari Indomaret, dan Bank Jateng.
"Untuk saksi dari masyarakat kami masih mencari," tandasnya. (*)