PTM
BERITA LENGKAP : SD Jadi Penyumbang Klaster Terbanyak, Ada 1.296 Sekolah Jadi Klaster Covid-19
Setelah SMP Negeri 4 Mrebet, Purbalingga, Jawa Tengah, kali ini ada 61 siswa dari SMP Negeri 3 Mrebet yang juga positif Covid-19.
TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA -- Setelah SMP Negeri 4 Mrebet, Purbalingga, Jawa Tengah, kali ini ada 61 siswa dari SMP Negeri 3 Mrebet yang juga positif Covid-19.
Ke-61 siswa tersebut dinyatakan positif setelah dilaksanakan tes rapid antigen, pada Selasa (21/9).
Sebelumnya sempat diberitakan, 90 siswa SMPN 4 Mrebet, Purbalingga yang positif Covid-19 setelah menjalani tes antigen, pada Senin (20/9).
Tidak hanya di Purbalingga, klaster sekolah juga ditemukan di Jepara, Jawa Tengah. Akibatnya, Pemkab Jepara menghentikan pembelajaran tatap muka (PTM) untuk semua jenjang di wilayah tersebut. Klaster penularan Covid-19 ditemukan di MTs Al Muttaqin di Desa Rengging, Kecamatan Pecangaan. Dari klaster ini, 25 siswa dan tiga guru terkonfirmasi positif Covid-19.
Sementara itu, berdasarkan hasil survei yang dilakukan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) terhadap 46.500 sekolah, hingga 20 September 2021 sudah ada 1.296 sekolah melaporkan klaster penyebaran covid-19 saat pembelajaran tatap muka(PTM).
"Kasus penularan itu kira-kira 2,8 persen yang melaporkan," kata Jumeri,Dirjen PAUD Dikdasmen Kemendikbudristek, Rabu (22/9).
Klaster penyebaran Covid-19, kata Jumeri, paling banyak terjadi di SD sebesar 2,78 persen atau 581 sekolah. Disusul, 252 PAUD, SMP sebanyak 241 sekolah. Kemudian SMA sebanyak 107 sekolah, SMK 70 sekolah, dan terakhir Sekolah Luar Biasa (SLB) sebanyak 13 sekolah. Namun, Jumeri tak mengungkap sekolah tersebut tersebar di daerah mana saja.
Jumlah kasus positif terbanyak, baik guru maupun siswa, di lingkungan SD. Untuk guru dan tenaga kependidikan, kasus positif mencapai 3.174 orang dari 581 klaster sekolah. Sementara peserta didik yang positif Covid-19 mencapai 6.908 orang.
Untuk tingkat SMP terdapat 1.502 guru dan 2.220 siswa positif Covid-19. Lalu PAUD, dengan kasus positif tenaga pendidik sebanyak 2.007 orang, dan siswa 953 orang. Tingkat SMA mencatat 1.915 guru positif Covid-19 dan siswa sebanyak 794 orang . SMK 1.594 kasus positif pada guru dan 609 pada siswa. Terakhir SLB, 131 kasus positif pada siswa dan 112 pada guru.
Sebanyak 42 persen sekolah atau sekitar 118 ribu sekolah di wilayah PPKM level 1-3 telah menggelar belajar tatap muka secara terbatas. Namun, jumlah itu masih relatif rendah. "Jadi dari angka itu, 37 [persen] itu pada seminggu yang lalu, kemudian saat ini masih 42 [persen], artinya progresnya sangat lambat," katanya.
Jumeri pun menyadari, bahwa pertimbangan tak menggelar PTM di sekolah ada banyak faktor. Misalnya, ada daerah yang mempertimbangkan karena daerah itu atau kabupaten itu ada di wilayah aglomerasi.
"Mungkin gandengannya itu masih berbahaya. sehingga takut kalau dibuka ada klaster," kata Jumeri.
"Kemudian pertimbangan-pertimbangan yang konserfatif, kepala daerahnya konservatif, sangat hati-hati untuk tidak segera membuka. Ini tentu butuh komunikasi untuk semua pihak" tambahnya.
Jangan Paksakan PTM
Temuan klaster PTM tersebut menjadi perhatian Ketua DPR RI Puan Maharani.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/cov19-stikes.jpg)