Rabu, 6 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Regional

Hanya karena Sampah Gelas Plastik, Dia Tega Membunuh Ibu Saya

Anggi masih tak habis pikir mengapa pamannya tega membunuh hanya karena persoalan sampah.

Tayang:
Thinkstock
ILUSTRASI 

TRIBUNJATENG.COM, MATARAM - Di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), seorang pengasah pisau jagal, Husnan (45), melakukan pembunuhan sadis.

Husnan merupakan warga Lingkungan Gubuk Mamben, Kelurahan Pagesangan Barat, Kota Mataram.

Dia menikam adik iparnya, Fitrah (44), secara membabi buta hingga korban tewas karena mendapatkan 15 luka tusukan.

Baca juga: Pembunuhan Ibu dan Anak di Subang: Ujang Lihat Yosef Bersihkan Darah di Lantai

Keluarga korban, Aminah (54), mengaku tak menyangka dengan aksi sadis yang dilakukan Husnan. 

Ia selama ini mengira Husnan telah meninggal dunia karena jarang bergaul dan tak pernah terlihat tiap keluarga datang ke rumah korban. 

"Saya malah kira pembunuh saudara saya ini sudah lama mati karena dia tidak pernah kelihatan.

Tahu-tahunya dia masih hidup dan bunuh iparnya sendiri dengan kejam," kata Aminah di rumah duka, Rabu (22/9/2021).

Kasus pembunuhan di Gubuk Mamben, Kelurahan Pagesangan Barat, Kota Mataram.
Kasus pembunuhan di Gubuk Mamben, Kelurahan Pagesangan Barat, Kota Mataram. (KOMPAS.com/FITRI RACHMAWATI)

Aminah menuturkan, Husnan selama ini tinggal sendiri di rumah dan belum menikah. Kegiatannya sehari-hari adalah mengasah pisau jagal.

"Dia itu tukang asah pisau jagal yang tajam untuk potong sapi, belum menikah sampai sekarang, mosot (bujang lapuk)," tuturnya.

Aminah mengatakan, korban Fitriah selama ini dikenal sebagai orang yang sangat baik.

Sebagai pedagang nasi, korban dikenal sebagai pedagang nasi yang enak dan banyak pelanggan meski berjualan di rumahnya yang sederhana.

Sementara itu warga lain, Nurhasanah mengatakan, sepekan sebelum meninggal, korban sempat menyampaikan kegundahan tak mau meninggal dalam keadaan sakit dan menyusahkan orang lain.

 
"Iya dia katakan, kalau nanti meninggal tidak mau punya utang, karena tak ada yang tahu usia seseorang, itu dikatakannya dua pekan silam," kata Nurhasanah dengan mata yang sembab.

Bagi rekan sesama pedagang, Fitriah adalah orang yang baik hati dan suka menolong jika ada yang kesusahan. Kematiannya kali ini membuat semua sahabatnya terpukul.

Suami korban, Masnun (44), yang masih dirawat karena terluka juga mengatakan, malam menjelang tidur sebelum peristiwa nahas itu terjadi, korban berpesan agar dirinya menjaga anak terakhir mereka, Alfian.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved