Breaking News:

Berita Semarang

Komisi X DPR RI: Butuh Cetak Biru untuk Perbaikan Mutu Pendidikan Indonesia

Kebijakan pendidikan kerap berubah, padahal mutu pendidikan harus terukur dan sistematis.

Penulis: mamdukh adi priyanto | Editor: sujarwo
Tribun Jateng/Mamdukh Adi Priyanto
Anggota Komisi X DPR RI, Mujib Rohmat 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Kebijakan pendidikan kerap berubah setiap ganti menteri.

Padahal, mutu pendidikan harus terealisasi dengan terukur dan sistematis.

Pemerintah juga sempat 'kaget' dalam pengelolaan pendidikan pada masa pandemi. Oleh karena itu, harus ada blueprint atau cetak biru dalam dunia pendidikan agar siap menghadapi situasi yang sifatnya insidental.

Hal itu diungkapkan anggota Komisi X DPR RI, Mujib Rohmat usai dengar pendapat dengan mahasiswa Universitas PGRI Semarang (UPGRIS), Kamis (23/9/2021).

"Itu (blueprint pendidikan) masih ongoing, berproses. Sebelum itu, seharusnya bicarakan dulu mengenai revisi Undang Undang Pendidikan habis itu ada blueprint," kata Mujib.

Dalam revisi nantinya ada pasal terkait pendidikan yang perlu diubah. Menurutnya, mengubah sistem pendidikan nasional ke arah yang lebih baik yakni dengan membuat kerangka kerja terperinci atau cetak biru.

"Itu dilakukan karena semakin hari perubahan luar biasa. Kita tidak bisa mengantisipasi kena covid seperti ini, ada covid semua 'gelagapan'. Guru tidak siap dengan virtual, tidak semua siswa mempunyai laptop atau smartphone, ada daerah juga yang terkendala sinyal," jelas legislator Partai Golkar ini.

Blueprint juga bisa memuat point terkait membangun sumber daya manusia seperti apa yang dicita-citakan Presiden Joko Widodo.

Cetak biru dibuat untuk membangun SDM melalui jalur pendidikan. Pendidikan Indonesia harus mengikuti zaman yang terus berkembang.

Apalagi, saat ini dunia dihadapi dengan tantangan era Revolusi Industri 4.0. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved