Berita Banyumas
Masuki Masa Penghujan, Tiga Bencana Utama Ancam Banyumas, Ini Petanya
Dalam pemetaan oleh BPBD Banyumas, setidaknya ada 16 kecamatan rawan gerakan tanah, 6 kecamatan rawan banjir, dan 16 kecamatan rawan angin kencang
Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: muslimah
TRIBUNJATENG.COM, PURWOKERTO - Memasuki bulan September ini diidentikan dengan musim penghujan.
Kewaspadaan terhadap bencana pada musim penghujan ini akan ditingkatkan.
Tim BPBD Banyumas, sudah memetakan daerah-daerah yang rawan bencana alam.
Kepala Pelaksana BPBD Banyumas, Titik Puji Astuti mengatakan, di Kabupaten Banyumas sendiri memiliki tiga potensi bencana utama.
Bencana ini biasanya menjadi langganan setiap tahun.
"Yaitu tanah longsor, banjir dan angin kencang," ujarnya kepada Tribunbanyumas.com, Kamis (23/9/2021).
Dalam pemetaan oleh BPBD Banyumas, setidaknya ada 16 kecamatan rawan gerakan tanah, 6 kecamatan rawan banjir, dan 16 kecamatan rawan angin kencang.
Titik mengatakan antisipasi yang dilakukan dalam menghadapi bencana seperti melakukan koordinasi dengan instansi vertikal dan unsur relawan.
Kemudian penting pula membentuk posko di wilayah rawan bencana dengan melibatkan Forkompincam, Babinsa, Babinkamtibmas, dan masyarakat.
"Hari ini melaksanakan gelar pasukan dan menyiapkan peralatan seperti perahu karet, tenda dan sebagainya," katanya.
Selama Januari - September 2021 ini sudah ada total 217 kejadian bencana di Banyumas dengan total kerugian material mencapai Rp 1,1 miliar.
Sementara pada tahun sebelumnya, ada 690 kejadian bencana dengan kerugian Rp 3,38 miliar.
Baik tahun ini maupun tahun sebelumnya, tanah longsor masih mendominasi bencana yang terjadi di Banyumas kemudian disusul dengan angin kencang.
Sedangkan melihat data lima tahun terakhir, memang kasus bencana alam paling banyak terjadi pada tahun 2020.
"Untuk tahun ini, angin kencang ini bukan dampak dari La Lina, masih ekstrim 2020," jelasnya.