Breaking News:

Fokus

Fokus : Branding Pasar Johar

KEMBALINYA pedagang Pasar Johar dan pasar-pasar lain di sekitarnya, seperti Pasar Yaik dan Kanjengan, ke tempat semula harus bisa dimanfaatkan

Penulis: moh anhar | Editor: Catur waskito Edy
tribunjateng/bram
Moh Anhar wartawan Tribun Jateng ok 

Oleh Moh Anhar
Wartawan Tribun Jateng

KEMBALINYA pedagang Pasar Johar dan pasar-pasar lain di sekitarnya, seperti Pasar Yaik dan Kanjengan, ke tempat semula harus bisa dimanfaatkan Pemerintah sebagai momen untuk bisa membangun branding yang lebih baik.

Lebih baik di sini maksudnya bukan hanya bangunan fisik gedung yang merupakan bangunan cagar budaya tampak lebih bersih dan gagah. Melainkan juga bagaimana dikelola secara profesional oleh pengampu pasar dan didukung oleh pedagang serta masyarakat secara umum.

Harus diakui, kondisi pasar sebelum musibah kebakaran memang memprihatinkan. Selain pedagang penuh dan tak tertata rapi, banjir rob dan kekumuhan mewarnai pasar terbesar di Kota Semarang itu. Bahkan fisik gedung pasar megah yang dibangun arsitek Thomas Karstern itu tertutup penuh oleh PKL.

Jumat (24/9/2021), Pemkot Semarang berencana melakukan pengundian lapak pedagang yang akan masuk menempati Pasar Johar, Pasar Yaik, dan Kanjengan.

Selama ini, sejak pasar terbakar, para pedagang menempati lahan relokasi di kawasan Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT), dengan akses dari Jl Arteri Soekarno-Hatta, Semarang.

Bangunan Pasar Johar yang tergolong cagar budaya dilanda kebakaran pada 9 Mei 2015. Disusul Pasar Yaik Baru yang masih satu kawasan dengan pasar Johar terbakar pada 27 Februari 2016,
Lalu, api ganti membakar 11 kios Blok E Pasar Kanjengan pada tanggal 18 Juni 2016.

Kemalangan pedagang dari musibah kebakaran ini membuat mereka selalu berharap bisa kembali masuk ke dalam pasar yang telah mereka tempati bertahun-tahun.

Adanya pengundian lapak bagi pedagang hari ini tentu akan memperkuat harapan bagi pedagang.
Pasalnya, selama berjualan di lahan relokasi jelas berbeda saat berada di kawasan Johar, terutama persoalan lingkungan serta akses menuju ke lokasi yang dipandang tidak strategis. Pasar pun sepi pembeli.

Pembangunan kembali dan revitalisasi Pasar Johar dimulai pada 2017 dan kini, khususnya Johar heritage, sudah rampung

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menjanjikan semua pedagang yang sudah terdata akan mendapatkan lapak. Mereka semua akan menempati Johar Utara, Tengah, dan Kanjengan terlebih dulu.

Dengan akan ramainya kembali Pasar Johar ini maka profesionalisme pengelolaan pasar dibutuhkan. Selain menunjukkan tampilan Dinas Perdagangan sebagai wujud clean government, profesionalisme juga akan lebih meningkatkan kenyamanan dalam pelayanan terhadap pedagang maupun pengunjung.

Pascapengundian lapak, maka selanjutnya yang dilaksanakan adalah sosialisasi kepada pedagang mengenai teknis penempatan.

Selain zonasi produk dagangan, yang perlu jadi perhatian semua pihak harus bisa memahami bangunan pasar ini adalah cagar budaya. Maka perlakuannya tidak bisa sembarangan. Misal, lapak yang dibuat saat ini adalah berupa meja kayu, lalu apakah setelah ditempati pedagang, bolehkah dipasang rolling door sebagaimana sebelumnya.

Begitu juga hal, yang barangkali disebut sepele, namun bisa membawa masalah. Misalnya memaku tembok untuk penataan pajangan atau display produk. Adakah aturannya. Ini mengingat konsep pasar dengan plafon tinggi yang berfungsi membantu pencahayaan alami serta sirkulasi udara.

Hal seperti ini juga harus diinformasikan kepada pedagang sehingga Pasar Johar ini bisa terlihat menawan dan menjadi kebanggaan masyarakat Kota Semarang, tak kalah dengan mal kelas atas.
Ini semua perlu branding yang baik.(*)

Baca juga: Hasil dan Klasemen Lengkap Liga Italia: Tammy Abraham Jadi Penentu di Laga Roma vs Udinese

Baca juga: Liga Spanyol: Cadiz vs Barcelona Imbang, De Jong Lengkapi Penderitaan Tak Menang Selama September

Baca juga: Khutbah Jumat Singkat Filter Hidup

Baca juga: Hasil Liga Italia: Luciano Spalletti Ungkap Kunci Napoli Selalu Menang dan Puncaki Klasemen Serie A

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved