Breaking News:

Berita Semarang

Angka Harapan Hidup Warga Semarang Meningkat Tajam Seusai Jadi Kota Sehat

Pada tahun 2019 Kota Semarang ditetapkan sebagai kota sehat oleh pemerintah pusat Republik Indonesia dengan predikat tertinggi Swasti Saba Wistara.

Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: galih permadi
humas pemkot semarang
Walikota Semarang, Hendrar Prihadi 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Pada tahun 2019 Kota Semarang ditetapkan sebagai kota sehat oleh pemerintah pusat Republik Indonesia dengan predikat tertinggi Swasti Saba Wistara.

Predikat tersebut didapatkan setelah Kota Semarang berhasil mewujudkan 6 tatanan dalam penataan kota, yaitu kawasan wisata yang sehat, permukiman yang sehat, ketahanan pangan dan gizi, tertib lalu lintas dan pelayanan transportasi, masyarakat yang mandiri, serta kehidupan sosial yang sehat.

Tak hanya berbuah predikat Kota Sehat Swasti Saba Wistara, diwujudkannya 6 tatanan tersebut juga berdampak pada peningkatan tajam Angka Harapan Hidup (AHH) masyarakat di Kota Semarang. 

Adapun pada tahun - tahun sebelumnya peningkatan AHH Kota Semarang hanya meningkat 0,01 hingga 0,02 tahun, namun pada tahun 2019 ke 2020 terjadi peningkatan AHH hingga hampir 5 kali lipat. Jika pada tahun 2019 AHH Kota Semarang adalah 77,25 tahun, AHH Kota Semarang di tahun 2020 naik 77,34 tahun. 

“Prinsipnya kita berupaya meningkatkan kualitas hidup dengan meringankan beban hidup masyarakat dari lahir hingga meninggal.

Pemerintah hadir pada setiap keperluan masyarakat untuk memberikan pelayanan gratis kepada masyarakat.

Di Kota Semarang berobat gratis, sekolah negeri gratis, 80 sekolah swasta juga gratis, kredit usaha murah hanya 3% per tahun, dan seterusnya," terang Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi.

Hal itu disampaikan oleh Wali Kota Semarang yang akrab disapa Hendi tersebut saat menerima tim penilai Kota Sehat tahun 2021 di Situation Room Balaikota Semarang, Jumat (24/9).

Hendi sendiri optimisi Kota Semarang dapat mempertahankan predikat tertinggi Kota Sehat Swasti Saba Wistara pada tahun ini.

"Dalam peningkatan lingkungan permukiman juga kami terus menekan luasan kawasan kumuh di Kota Semarang, dari yang semula 215 hektar di 2014, menjadi 95,08 hektar di 2020.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved