Kamis, 11 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Pandeglang

Tanggapan Polisi Soal Kerajaan Angling Dharma di Pandeglang Banten

Warga Banten khususnya Pandeglang dihebohkan dengan kemunculan kerajaan baru, yakni Kerajaan Angling Dharma yang berada di Kampung Salangsari

Tayang:
Sumber: Kompas TV/Deden
Gapura Kerajaan Angling Dharma yang menghebohkan masyarakat Pandeglang, Banten. 

TRIBUNJATENG.COM, PADEGLANG -- Warga Banten khususnya Pandeglang dihebohkan dengan kemunculan kerajaan baru, yakni Kerajaan Angling Dharma yang berada di Kampung Salangsari, Desa Pandat, Kecamatan Mandalawangi, Pandeglang, Banten.

Kondisi 'istana' Kerajaan Angling Dharma pun megah dan terlihat mencolok karena letaknya di pinggir jalan.

Dikutip dari Kompas.tv, di bagian depan, terdapat gapura khusus yang menyambut seluruh tamu. Gapura itu bertuliskan 'Indonesia Aman Tentram Gemah Ripah Loh Jenawi' serta tulisan berbahasa Arab.

Di dalam kompleks rumah itu, terdapat sebuah bangunan semacam saung yang disebut sebagai 'Singgasana Raja'. Di singgasana itu ada sepasang kursi dan dua payung khas keraton.

Seorang pria paruh baya bernama Iskandar Jamaluddin Firdaus disebut-sebut sebagai pemimpin atau raja dari Kerajaan Angling Dharma Pandeglang itu.

Meski demikian, berbeda dengan dua 'kerajaan' lain, yaitu Keraton Agung Sejagat (KAS) yang menggemparkan pada 2018 silam dan Sunda Empire yang keberadaannya berakhir di meja hijau, 'kerajaan' Angling Dharma disebut tidak melanggar hukum.

Raja Angling Dharma disebut tidak ada sangkut pautnya dengan kerajaan yang sebenarnya. Kapolres Pandeglang, AKBP Belny Warlansyah mengatakan, polisi telah melakukan penyelidikan terkait dengan temuan soal munculnya pria di Pandeglang yang disebut Raja Angling Dharma.

"Hasilnya, raja yang disebutkan dan viral tidak bersangkutan dengan kerajaan. Itu murni yang bersangkutan suka dengan corak-corak kerajaan," katanya, saat dihubungi, pada Kamis (23/9).

Menurut dia, Iskandar Jamaludin Firdaus itu tidak melanggar kaidah hukum. Malah, Iskandar Jamaludin Firdaus banyak memberi bantuan kepada masyarakat kurang mampu. Ia pun meminta agar hal itu tidak dikaitkan dengan Sunda Empire yang sempat viral di media sosial lantaran membuat kerajaan.

"Jelas berbeda tentu. Karena dana membangun rumah itu (untuk warga miskin-Red) berdasarkan keterangan yang kami peroleh itu berasal dari dana swadaya dan bantuan dari donatur yang datang ke rumah baginda," jelasnya.

Sementara, dua 'kerajaan' lain yaitu Keraton Agung Sejagat dan Sunda Empire dianggap telah melanggar hukum. Bahkan, para raja dan pentolan dua kerajaan tersebut sudah divonis oleh pengadilan.

Saat dihampiri TribunBanten.com bersama sejumlah wartawan mendatangi di kediamannya yang berada di Desa Pandat, Kecamatan Mandalawangi, Pandeglang, Banten, sang raja enggan keluar dan menutup diri pasca dirinya viral di media massa.

Bahkan, gerbang rumahnya tampak tertutup dan tidak boleh ada satupun warga ataupun wartawan yang datang. Ki Jamil yang merupakan satu pengawalnya, menuturkan, sang baginda raja saat itu sedang tidak ada di rumah.

"Baginda raja menyampaikan belum berkenan untuk diwawancara. Jadi kalau ada hal-hal yang mau ditanyakan soal beliau, bisa langsung ke saya saja. Sudah dizinkan sama beliaunya," ucapnya. 

Anggap Seperti Pahlawan

Satu rumah yang dibangun Raja Kerajaan Angling Dharma Pandeglang Baginda Sultan Iskandar Jamaludin Firdaus adalah milik keluarga Ida Nurhayati di Kampung Tenjo, Desa Sirnagalih, Kecamatan Mandalawangi, Pandeglang.

Ida mengatakan, rumahnya dibangun pada November 2019 lalu. Ia mengaku tidak pernah meminta untuk pembangunan rumah.

Menurut dia, Baginda datang sendiri dan menawarkan untuk merenovasi rumah tersebut. "Saya kaget, nangis, terus menangis, bagaimana ini caranya mengucapkan terima kasih," ucapnya.

Ida mengaku pernah mendengar tentang baginda dari orang-orang di sekitarnya. Namun, belum pernah bertemu langsung sebelum rumahnya dibangun. Ia menganggap sosok Baginda adalah pahlawan, karena sudah menolong orang-orang kecil seperti dirinya.

"Seperti pahlawan sosoknya, baiklah, saya sering dengar berita-beritanya, tapi dekat pas bangun rumah ini saja," jelasnya.

Selain Ida, rumah lain yang dibangun adalah milik Ema, yang juga berada di Kampung Tenjo. Ema mengatakan, rumahnya dibangun oleh Baginda Jamaludin pada 2019 lalu. Rumahnya berwarna hijau dengan tulisan Angling Dharma di atasnya.

"Dibangun sama Baginda, sebelumnya (kondisi) tidak layak. Terima kasih banyak saya ucapkan pada Baginda," tuturnya.

Ema menyatakan, sebelumnya dia juga tidak kenal dengan pria yang disebut Baginda tersebut. Seperti Ida, Ema juga awalnya hanya mendengar dari orang-orang mengenai sosok dermawan itu.
Dia menambahkan, proses pembangunan rumahnya dilakukan dengan cepat. "Selain rumah, saya juga dibangunkan warung, sama dikasih kulkas," jelasnya.

Sementara, Iskandar Jamaludin Firdaus disebut memiliki empat orang istri. Hal itu tampak dari sebuah foto yang viral, ketika memberikan bantuan rumah kepada warga tidak mampu.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, seorang istrinya sangat pandai bernyanyi dan menciptakan lirik lagu bertemakan Presiden Joko Widodo.

"Iya memang benar, salah satu istri baginda raja itu memang suka bernyanyi, dan itu dituangkan dalam bentuk lirik," kata Ki Jamil, satu pengikutnya.

Satu lagu ciptaan yang bertemakan Presiden Joko Widodo dibuatnya dalam rangka mengajak masyarakat untuk tetap mendukung Jokowi dalam menjalankan tugasnya sebagai Presiden.

"Jokowi Presiden sejati. Walau dicaci-maki tetap sabar dan peduli, karena suci hati. Bagi orang yang menghina tetap masuk penjara, karena Presiden Lambang Negara yang sangat mulia," demikian penggalan lirik yang diterima Tribun Banten. (Kompas.com/Tribunnews)

Baca juga: BERITA LENGKAP : Sang Baginda Diyakini Satria Piningit Kerajaan Angling Dharma di Pandeglang

Baca juga: Tantangan Solskjaer Kepada Ronaldo Jelang Laga Manchester United vs Aston Villa

Baca juga: Luhut Binsar Pandjaitan : Siapkan Produk Unggulan Inisiatif KKI, BBI, dan BWI

Baca juga: UPDATE KABAR UMRAH : RI Terus Bujuk Arab Saudi Soal Kebijakan Umrah

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved