Breaking News:

Ayo Coba Wedang Tahu Rempah Pak Kuswadi Penghangat Badan

Wedang tahu merupakan salah satu minuman hangat tradisional yang nikmat disantap kala cuaca dingin. Wedang tahu masih banyak dijual oleh pedagang

Editor: iswidodo
tribunjateng/mahasiswa Undip Magang
Wedang tahu merupakan salah satu minuman hangat tradisional yang nikmat disantap kala cuaca dingin. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG- Wedang tahu merupakan salah satu minuman hangat tradisional yang nikmat disantap kala cuaca dingin. Wedang tahu masih banyak dijual oleh pedagang tradisional di Jawa Tengah. Bahkan sekarang bisa dinikmati di kafe-kafe milenial.

Bagi yang pernah mencicipi wedang ronde, wedang tahu memiliki cita rasa yang nyaris serupa. Namun yang membedakan hanya isinya saja. Apabila wedang ronde bermacam macam variasi, pada wedang tahu hanya berisi kembang tahu.

Pak Kuswadi (48) warga Sambiroto jalan Nilam 4 adalah salah satu penjual wedang tahu di Semarang. Ia memulai usaha jual wedang tahu sejak April 2011.

Pak Kuswadi (48) warga Sambiroto jalan Nilam 4 adalah salah satu penjual wedang tahu di Semarang
Pak Kuswadi (48) warga Sambiroto jalan Nilam 4 adalah salah satu penjual wedang tahu di Semarang (tribunjateng/mahasiswa Undip Magang)

"Kalau di Kedungmundu setiap hari buka sore jam 16.30-21.00. Kalau di Banyumanik itu cuma Sabtu-Minggu tiap pagi jam 6.00 sampai jam 12.00. Dulunya setiap hari juga sebelum corona," terang Kuswadi, Kamis (16/9/2021).

Menurut Kuswadi, wedang tahu punya banyak khasiat. "Khasiat wedang tahu yang saya tahu untuk perempuan mencegah kanker rahim, menghaluskan kulit, bisa untuk diet. Kalau untuk cowok bisa menyehatkan badan agar bangun tidur badan fit segar. Saya diberi tahu oleh orang-orang tua dulu," kata Kuswadi.

Dia memproduksi wedang tahu sendiri menggunakan kedelai untuk bahan tahunya dan jahe sebagai wedangnya. Kedelai yang sudah direndam lalu diblender kemudian direbus untuk diambil susunya dan diberi pengental. Wedangnya dibuat dengan jahe yang direbus lalu diberi gula. Dalam sehari Pak Kuswadi mampu menjual 50-60 porsi.

"Ya sudah dua tahun sekali kami naikkan harga karena kedelai juga naik. Dulu awal jualan Rp 3.500. Tahun pertama naik jadi Rp 4.000. Dan sekarang seporsi sudah Rp 7.000," tuturnya.

Saat cuaca dingin, wedang tahu Kuswadi makin laris. Makin banyak pembeli dan cepat habis. Namun jika musim kemarau kadang dagangannya tidak habis.

Sebelum masa pandemi sehari bisa laku terjual habis dagangannya, terkumpul duit Rp 300 ribu. Namun saat pandemi hanya Rp 100 ribu. Maka dia pun kurangi jumlahnya. (Tribunjateng/Mahasiswa Undip magang/asti/novel)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved