Berita Regional
Begini Sejarah Terbentuknya Kelompok Teroris Mujahidin Indonesia Timur Poso
Kabag Banops Densus 88 Antiteror Polri Kombes Aswin Siregar menyampaikan sejarah terbentuknya Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Poso.
Aswin menuturkan Santoso melakukan perekrutan anggota, mengumpulkan senjata dan melakukan pelatihan militer di Gunung Mauro, Gunung Biru dan Tamanjeka.
"Semuanya di wilayah Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah.
Berkat kegigihannya tersebut, Santoso diangkat menjadi pemimpin Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pada tahun 2012," jelasnya.
Selama masa kepemimpinan Santoso, kata Aswin, berbagai aksi teror dilakukan oleh MIT.
Tidak lama Santoso dilantik, MIT membunuh seorang warga sipil bernama Hasman Mao di desa Masani, Poso Pesisir.
Lalu 12 hari kemudian, MIT juga membunuh dua orang anggota kepolisian, Briptu Andi Sapa dan Brigadir Sudirman.
Pada tahun yang sama, Santoso bersama MIT melakukan berbagai aksi penembakan terhadap warga di kelurahan Kawua dan rumah dinas Kapolsek Poso Pesisir Utara.
"Pada tahun 2014 MIT melakukan pembunuhan terhadap petani di Poso bernama Muhammad Amir dan Fadli.
Empat hari pasca Natal di tahun yang sama, MIT melakukan penculikan terhadap tiga warga Tamadue, Harun Tabimbi, Garataudu dan Victor Palaba.
Satu di antaranya dibunuh secara brutal," terang dia.
Pada awal 2015, MIT membunuh tiga warga di desa Tangkura, Kabupaten Poso.
Setahun setelahnya atau 2016, Satgas Tinombala terlibat kontak tembak dengan kelompok teroris MIT yang berhasil menewaskan Santoso alias Abu Wardah.
"Pada tahun yang sama, Satgas juga berhasil menangkap tokoh MIT lainnya, Basri.
Berkat terbunuhnya Santoso dan penangkapan Basri, muncul pemimpin baru dari MIT, yakni Ali Kalora," bebernya.
Di bawah kendali Ali Kalora, Aswin menyebut MIT Poso tidak menghentikan aksi terornya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/sosok-ali-ahmad-alias-ali-kalora.jpg)