Selasa, 28 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Cerita Rakyat Dewi Sri Dewi Kesuburan

cerita rakyat mite mengenai Dewi Sri, Dewi Kesuburan. Dahulu di Jawa Tengah, terdapat seroang raja bernama Prabu Sri Mahapunggung atau Bathara Srigat

Penulis: Puspita Dewi | Editor: abduh imanulhaq
Tribun Bali
Cerita Rakyat Dewi Sri Dewi Kesuburan 

Cerita Rakyat Dewi Sri Dewi Kesuburan

TRIBUNJATENG.COM - Berikut cerita rakyat mite mengenai Dewi Sri, Dewi Kesuburan.

Dahulu di Jawa Tengah, terdapat seroang raja bernama Prabu Sri Mahapunggung atau Bathara Srigati di Kerajaan Medang Kamulan.

Prabu Sri Mahapunggung memiliki seorang putri bernama Dewi Sri.

Baca juga: Cerita Rakyat Roro Jonggrang Asal Daerah Istimewa Yogyakarta

Baca juga: Cerita Rakyat Bawang Merah Bawang Putih

Baca juga: Dongeng Fabel Owi, Kamu Tidak Jelek!

Baca juga: Dongeng Kepiting dan Bangau Tua

Putri ini diyakini sebagai titisan neneknya, Bathari Sri Widowati.

Selain cantik, Dewi Sri juga cerdas. Dewi Sri dikenal sebagai dewi padi, sedangkan adiknya Sadana sebagai dewa hasil bumi seperti umbi-umbian, kentang, sayuran, dan lainnya.

Suatu ketika, Prabu Sri Mahapunggung mengutuk Dewi Sri menjadi ular sawah dan Sadana menjadi burung sriti karena sudah pergi dari rumah tanpa izin sang Prabu.

Karena merasa lelah, Dewi Sri yang menjelma sebagai ular sawah tiba di Dusun Wasutira dan tidur melingkat di lumbung pasi miliki seorang penduduk bernama Kyai Brikhu.

Setelah ditemukan oleh Kyai Brikhu, ular sawah tersebut kemudian di rawat olehnya.

Hal ini karena Kyai Brikhu pernah bermimpi mengenai ular sawah yang akan menjaga anaknya kelak.

Di suatu hari, Kyai Brikhu bermimpi bahwa ular sawah tersebuty minta diberi sesajen berupa sedah ayu, yakni sirih beserta perlengkapannya, bunga, dan lampu yang harus selalu dinyalakan.

Mulai saat itu, Kyai Brikhu memberikan ular sawah sesajen berupa sedah ayu.

Melihat apa yang dilakukan Dewi Sri, Batara Guru memerintahkan bidadari turun ke bumi untuk membujuk Dewi Sri agar mau menjadi bidadari di Kahyangan.

Hal tersebut disambut baik, terutama karena Dewi Sri juga melihat adiknya yang sudah kembali menjadi manusia dan menikah oleh Dewi Laksmitawahni.

Di mana klelak Sadana akan diangkat menjadi dewa jika sudah memiliki anak. Akhirnya Dewi Sri dikembalikan ke wujud aslinya, yakni seorang gadis yang cantik jelita.

Sementara itu, Kyai Brikhu yang selama ini merawatnya mulai memahami bahwa ular sawah tersebut adalah Dewi Sri.

Sebelum naik menuju Kahyangan, Dewi Sri tak lupa mengucapkan terima kasih kepada Kyai Brikhu dan memberiknya pesan untuk memberik sesajen di ruang tengah rumahnya agar sandang dan pangan keluarganya tercukupi.

Sejak saat itulah, orang Jawa selalu menyimpan atau memajang gambar ular di kamar tengah rumah mereka sebagai lambang sosok Dewi Sri yang sudah memberikan kemakmuran dankesuburan.

Inilah sebabnya masyarakat petani Jawa sangat menghargai ular sawah dengan cara memberinya sesaji.  

(*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved