Breaking News:

Rozak Sebut Banyak Pekerja Karaoke Beli Daging Mencawak untuk Obat

Sejak tahun 2006 ia memulai usahanya dari sekadar hobi berburu biawak (mencawak) hingga akhirnya menekuni sebagai jagal mencawak.

Editor: iswidodo

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Profesi jagal biasanya menyembelih hewan ternak, misalkan sapi, kambing, dan kerbau. Namun, lain halnya dengan Rozak (42). Ia adalah jagal hewan biawak atau mencawak di Kota Semarang. Sejak tahun 2006 ia memulai usahanya dari sekadar hobi berburu biawak (mencawak) hingga akhirnya menekuni sebagai jagal mencawak.

Awalnya Rozak hobi berburu biawak di rawa-rawa di Kendal. Kemudian hasil tangkapannya ia jual. Namun lambat laun Rozak berubah pikiran. Ia kemudian menjalani profesi jagal biawak di rumahnya di Jalan Plamongan Sari RT 04 RW 02 no. 053 Semarang. Rozak ambil suplai biawak dari Jakarta dan sekitar Semarang.

Sejak tahun 2006 Rozak memulai usahanya dari sekadar hobi berburu biawak (mencawak) hingga akhirnya menekuni sebagai jagal mencawak.
Sejak tahun 2006 Rozak memulai usahanya dari sekadar hobi berburu biawak (mencawak) hingga akhirnya menekuni sebagai jagal mencawak. (tribunjateng/mahasiswa Undip Magang)

Tiap hari dia potong mencawak untuk memenuhi pesanan dan stok siapa tahu ada yang butuh mendadak. Pembeli biasanya datang langsung ke rumah Rozak untuk ambil dagingnya. Orang-orang yang sering beli adalah para wanita yang kerja di tempat karaoke di Semarang dan sekitar. Pesanan meningkat bila malam Minggu.

"Berat biawak sekitar 5 kilogram. Butuh waktu sekitar 5 menit untuk memotong, menguliti dan cacah dagingnya," kata Rozak di rumahnya, Sabtu (4/9/2021).

Dikatakannya, berat mencawak yang disembelih minimal 3 kilogram. Dia pernah potong mencawak besar seberat 20 kilogram.

Menurut Rozak, orang butuh daging mencawak karena banyak khasiatnya. Antara lain daging biaya bantu turunkan kolesterol, menyembuhkan penyakit kulit dan gatal-gatal. Dan bahkan bisa haluskan kulit.

Lemak biawak juga dapat digunakan untuk obat gatal. Empedu mencawak berkhasiat menyembuhkan asma, menambah daya tahan tubuh, menyembuhkan diabetes, dan menyembuhkan macam-macam penyakit kulit. Selain itu, kulit mencawak juga biasa digunakan untuk pembuatan dompet.

Sekilogram daging biawak hanya Rp 25 ribu. Khusus empedu Rp 200 ribu. Kulit mencawak juga laku Rp 15 ribu per lembar. Bila kualitas bagus kulit mencapai Rp 75 ribu. Ada pemesan kulit biawak untuk dikirim ke China.

Menurut Rozak, seminggu bisai meraup Rp 3 jutaan dari usaha jagal mencawak ini. Di rumahnya juga terdapat kandang untuk stok hewan reptil tersebut. Tampak ada beberapa mencawak di kandangnya yang masih hidup.

Kata Rozak, biawak atau mencawak juga berbahaya jika tak tahu cara menyembelihnya. Yaitu bisa menggigit dan menyabet pakai ekornya. Tapi sebagai jagal Rozak sudah terbiasa memotong biawak atau mencawak tanpa kendala. (Mahasiswa Undip Magang di Tribun/Suryo Darmasti/Novelia)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved