Breaking News:

Berita Semarang

AKS Ibu Kartini Semarang Perkuat Ekosistem Kewirausahaan kepada Mahasiswa

Memastikan lulusan terserap di dunia kerja atau dunia usaha dan industri tugas pendidikan tinggi vokasi.

Penulis: mamdukh adi priyanto | Editor: sujarwo
Dok. AKS Ibu Kartini
I Made Sudana dari Universitas PGRI Semarang memberikan penjelasan terkait penyiapan calon wirausaha yang harus mempu menerapkan hard skill dan soft skill secara utuh. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Memastikan lulusan dapat terserap di dunia kerja atau dunia usaha dan industri merupakan tugas pendidikan tinggi vokasi.

Namun demikian, saat ini kampus vokasi juga dituntut untuk mencetak lulusan yang adaptif dengan zaman, di antaranya bisa menciptakan wirausahawan.

Sedari di bangku kuliah, peserta didik didorong agar bisa melihat peluang usaha.

Dengan begitu, mereka nantinya dapat menjadi seorang entrepreneur atau wirausahawan yang mampu menciptakan lapangan kerja bagi lingkungannya.

Perguruan tinggi vokasi, Akademi Kesejahteraan Sosial (AKS) Ibu kartini Semarang berkomitmen menumbuhkan jiwa kewirausahaan kepada mahasiswa selama menempuh studi.

"Karena alasan itu, AKS Ibu Kartini melangsungkan kegiatan lanjutan penguatan ekosistem kewirausahaan. Yakni penyusunan buku pedoman pembelajaran berbasis kewirausahaan yang terintegrasi dengan mata kuliah," kata Ketua Program Kegiatan Penguatan Ekosistem Kewirausahaan AKS Ibu Kartini, Esteria Priyanti, dalam pesan tertulis, Selasa (28/9/2021).

Dalam kegiatan penguatan ekosistem kewirausahaan ini, mengundang sejumlah pembicara.

Meliputi I Made Sudana dari Universitas PGRI Semarang, Nila Tristiarini dari Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) Semarang, dan Margunani dari Universitas Negeri Semarang (Unnes).

Ketiganya menyampaikan materi terkait penyiapan calon wirausaha yang harus mempu menerapkan hard skill dan soft skill secara utuh, pengembangan program kewirausahaan, dan panduan kegiatan wirausaha.

"Kegiatan dilakukan dua sesi kegiatan sebelum menyusun rancangan buku pedoman kewirauahaan mahasiswa sesuai mata kuliah yang ada di program studi. Sesi pagi diisi tiga narasumber. Sesi siang panel dengar pendapat dari industri bidang kuliner, busana atau fesyen dan rias," jelasnya.

Sinergi dari tiga narasumber dan dunia usaha dan industri tersebut diharapkan bisa memberikan masukan dan arahan dalam penyusunan buku pedoman pembelajaran berbasis kewirausahaan.

Sementara, Direktur AKS Ibu kartin, Mien Zyahratil menambahkan, buku pedoman kewirausahaan yang akan disusun tersebut dapat menambah dan memperkuat kewirausahaan sesuai dengan visi misi AKS Ibu Kartini Semarang. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved