Breaking News:

Berita Semarang

FTIK USM Beri Pelatihan Pelaku Wisata: Trik Memotret dengan Gawai untuk Dongkrak Pemasaran Digital

Dimana pun tempatnya, pariwisata jadi salah satu sektor yang terdampak pandemi, termasuk di Kota Semarang.

Penulis: mamdukh adi priyanto | Editor: sujarwo
Dok. USM
Tim pengabdian kepada masyarakat dari Fakultas Teknologi Informasi dan Komunikasi Universitas Semarang (FTIK USM) memberikan pelatihan fotografi menggunakan gawai kepada pelaku wisata. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Dimana pun tempatnya, pariwisata menjadi salah satu sektor yang terdampak pandemi, termasuk di Kota Semarang.

Saat ini Kota Semarang sudah memasuki PPKM level 2 namun belum banyak pelaku pariwisata yang berani untuk membuka kembali objek wisata.

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi terus memotivasi para pelaku wisata menggenjot promosi tempat wisata, tentu saja tetap dengan penerapan protokol kesehatan.

Kampung-kampung tematik yang menjadi program andalan dari Pemerintah Kota Semarang juga didorong untuk mulai memasarkan kembali tempatnya, meski beberapa diantaranya masih ragu-ragu untuk membuka kembali.

Pemasaran digital sangat penting apalagi di masa pandemi ini. Tim pengabdian kepada masyarakat dari Fakultas Teknologi Informasi dan Komunikasi Universitas Semarang (FTIK USM) membantu untuk terlibat dan menjadi bagian dari solusi.

Tim pengabdian dari FTIK USM memberikan pelatihan smartphone photography untuk Karang Taruna Kelurahan Sukorejo, Gunungpati, Kota Semarang. Di kelurahan ini terdapat kampung tematik sebagai tempat wisata.

Ketua tim pengabdian kepada masyarakat FTIK USM, Ami Saptiyono mengatakan, fotografi untuk memasarkan pariwisata tidak harus mutlak menggunakan kamera mahal dan DSLR bermerek.

"Ada cara lain, yakni dengan pengoptimalan fungsi kamera dan fitur-fitur yang ada di smartphone," kata Ami dalam keterangan tertulis, Selasa (28/9/2021).

Beberapa trik memotret dengan kamera gawai diberikan secara terperinci, disusul dengan praktik langsung para peserta di lokasi yakni di Kampung Jawi, Gunungpati, Semarang.

Ketua Karang Taruna Sukorejo, Wardhana, menyatakan pihaknya saat ini memang membutuhkan pengetahuan mengenai teknik foto dengan gawai, sehingga dengan alat yang dipunya bisa menghasilkan foto yang menarik perhatian calon pengunjung.

"Apalagi sekarang ini sudah tidak bisa lagi pasang foto asal-asalan untuk memasarkan tempat wisata kita ini," ucapnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved