Breaking News:

Menperin Klaim IOMKI Mampu Jaga Produktivitas dan Daya Saing Industri

Pemberlakuan IOMKI memberikan kontribusi terhadap terus berlangsungnya kegiatan sektor industri yang mampu menjaga produktivitas dan daya saingnya.

Editor: Vito
TribunJateng.com/Mazka Hauzan Naufal
ilustrasi - Aktivitas di pabrik garmen dan sepatu PT Sejin Fashion Indonesia di Margorejo, Pati. 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kertasasmita mengatakan, pemberlakukan Izin Operasional dan Mobilitas Kegiatan Industri (IOMKI) kepada perusahaan industri dan perusahaan kawasan industri memberikan kontribusi terhadap terus berlangsungnya kegiatan sektor industri yang mampu menjaga produktivitas dan daya saingnya.

"Dilihat dari capaian sektor industri, terbukti bahwa beroperasinya sektor industri berperan strategis dalam mengakselerasi program pemulihan ekonomi nasional dan penanganan pandemi covid-19," ujarnya, dalam Bincang-bincang Keterbukaan Informasi Publik yang disiarkan secara virtual, Senin (27/9).

Menurut dia, di tengah kondisi pandemi covid-19, kinerja industri pengolahan tetap menunjukkan peningkatkan yang cukup signifikan. Pada kuartal II/2021, sektor industri tumbuh sebesar 6,91 persen, sejalan dengan pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 7,07 persen.

Sektor manufaktur juga memberikan kontribusi sebesar 17,34 persen terhadap PDB nasional, lebih tinggi dibandingkan dengan sektor ekonomi lain.

"Tak hanya itu, ekspor sektor industri pengolahan pada Januari-Agustus 2021 juga meningkat, mencapai 142,01 miliar dollar AS. Angka ini lebih tinggi 34,12 persen dibandingkan dengan periode yang sama di 2020," jelasnya.

Menperin menambahkan, di tengah masa kedaruratan yang telah berlangsung sejak Maret tahun lalu, Kementerian Perindustrian terus menyempurnakan kebijakan dalam rangka memastikan pelaksanaan protokol kesehatan dalam operasional dan mobilitas kegiatan industri, sebagai satu cara untuk membendung dan memutus mata rantai penyebaran covid-19.

Kebijakan terkait dengan penerapan protokol kesehatan di industri terus diperbarui, menyesuaikan aturan yang berlaku terkait dengan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

"Yang terbaru, kami telah menerbitkan Surat Edaran (SE) Menteri Perindustrian Nomor 5 Tahun 2021 tentang Perubahan SE No 3 Tahun 2021 tentang Operasional dan Mobilitas Pada Masa Kedaruratan Covid-19," tuturnya.

"SE tersebut merupakan satu bentuk penyempurnaan kebijakan yang meliputi seluruh aktivitas perusahaan industri dan perusahaan kawasan industri sepanjang rantai nilainya, mulai dari pengadaan barang baku dan bahan penolong dari pemasok, operasional produksi dan pendukungnya, sampai dengan distribusi produk, termasuk mobilitas dan aktivitas staf, pekerja, karyawan, atau pegawainya," sambungnya.

SE itu satu di antaranya menyatakan industri yang termasuk sektor esensial, yaitu yang berorientasi ekspor maupun domestik, diizinkan beroperasi dengan kapasitas 100 persen staf yang dibagi menjadi minimal dua shift.

"Langkah strategis ini diharapkan dapat menjaga aktivitas produksi, sehingga memacu kinerja sektor industri yang akan mengakselerasi pemulihan ekonomi nasional," tandas Agus. (Kompas.com/Elsa Catriana)

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved