Breaking News:

Guru Berkarya

Pembelajaran PPKn Tentang Hak dan Kewajiban Anak dengan Simulasi

Masalah utama dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) ialah penggunaan metode pembelajaran.

Editor: abduh imanulhaq
IST
Nur Luluk Hasanah SPd, Guru SDN Wonokerto 01 Bandar Kab Batang 

Oleh: Nur Luluk Hasanah SPd, Guru SDN Wonokerto 01 Bandar Kab Batang

MASALAH utama pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) ialah penggunaan metode atau model dalam penyampaian materi pembelajran secara tepat. Hal ini berkaitan dengan hasil akhir terhadap materi pelajaran PPKn yang tidak bermuatan nilai-nilai praktis melainkan bersifat politis atau alat indoktrinasi untuk  kepentingan kekuasaan pemerintah. Metode pembelajaran dalam proses belajar mengajar (KBM) terkesan sangat  kaku, kurang fleksibel, kurang demokratis, dan guru cenderung lebih dominan one way method.

Guru PPKn mengajar lebih banyak mengejar target yang berorientasi pada nilai ujian akhir. Di samping masih menggunakan model konvensional yang monoton, aktivitas guru lebih dominan dari pada siswa, akibatnya guru sering kali mengabaikan proses pembinaan tatanan nilai. Sikap dan tindakan sehingga  mata pelajaran PPKn tidak dianggap sebagai mata pelajaran pembinaan warga negara yang menekankan pada kesadaran akan hak dan kewajiban, tetapi lebih cenderung menjadi mata pelajaran yang jenuh dan membosankan. Untuk  menghadapi kritik masyarakat tersebut, suatu model pembelajaran yang efektif dan efisien sebagai Alternatif, yaitu model pembelajaran berbasis Portofolio (Portofolio Based Learning).

Bertolak dari uraian di atas, sebagai jalan keluar guru berupaya meningkatkan pembelajaran PPKn yakni mengubah metode pelajaran dengan metode simulasi. Menurut Sandra de Young dalam Nursalim dan Efendi (2008), simulasi atau simulateon exercise merupakan suatu metode pembelajaran memberikan penyajian tentang simulasi nyata yang dapat dikontrol. Siswa berhak untuk melakukan manipulasi terhadap simulasi untuk meningkatkan pemahaman terhadap materi dengan cepat dan lebih baik .

Kemudian model pembelajaran berbasis portofolio dengan upaya untuk meningkatkan prestasi belajar mata pelajaran PPKn tentang hak anak dan kewajiban pada siswa kelas V1. Keunggulan metode simulasi dan metode pembelajaran berbasis portofolio yaitu dapat menutupi proses kekurangan pada  proses pembelajaran, mendorong adanya kolaborasi antara siswa dan guru, memungkinkan guru mengakses kemampuan siswa membuat atau menyusun laporan, menulis, dan menghasilkan berbagai tugas akademik. Kemudian meningkatkan dan mengembangkan wawasan siswa mengenai masalah kemasyarakatan  atau  lingkungannya, pengalaman belajar yang tersimpan akan lebih lama karena sudah melakukan serangkaian proses.

Langkah-langkah metode simulasi berbasis portofolio sebagai berikut: Guru menyiapkan pokok-pokok materi yang akan diajarkan tentang manfaat hak dan kewajiban anak dalam kehidupan sehari-hari. Guru memberi kesempatan  kepada siswa untuk bertanya, siswa dibagi menurut kelompok kerja. Guru mengajak siswa memperagakan hak dan kewa-jiban anak dengan kelompok.

Selanjutnya guru membimbing dan mengawasi jalannya kegiatan sambil memamtau kegiatan-kegiatan yang muncul pada saat kegiatan berlangsung. Guru menyampaikan kesan dan pesan serta kejadian selama kegiatan berlangsung. Guru membagi lembar kerja kelompok kemudian masing-masing kelompok mengerjakan lembar kerja dengan bimbingan guru. Setelah selesai masing-masin kelompok melaporkan hasil kerja siswa dan guru membimbing siswa untuk membuat kesimpulan.

Setelah guru selesai melakukan serangkaian pembelajaran PPKn tentang hak dan kewajiban anak dengan menerapkan metode simulasi dengan pendekatan pembelajaran berbasis portofolio di SD Negeri Wonokerto 01 kelas V1 Kec. Bandar, Kab. Batang, dengan materi hak dan kewajiban mulai dari penyusunan, penyajian progam pada penilaian proses pembelajaran efektif maka diperoleh hasil nilai pembelajaran lebih baik lagi dan efisien. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved