Berita Kendal
Petani Alpukat di Kendal Bisa Panen 1,5 Ton Buah dalam Setahun
Pengembangan tanaman alpukat di Kabupaten Kendal dari tahun ke tahun cukup menjanjikan.
Penulis: Saiful Ma sum | Editor: sujarwo
TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Pengembangan tanaman alpukat di Kabupaten Kendal dari tahun ke tahun cukup menjanjikan.
Khususnya, tanaman yang dikembangkan di wilayah Kendal bagian atas, seperti Limbangan, Boja, Singorojo, Sukorejo, dan Patean.
Seorang petani alpukat asal Desa Gondang Kecamatan Limbangan, Triyono mengaku bisa panen alpukat hingga 1,5 ton per tahun dari satu pohon saat panen raya.
Dengan catatan, pohon alpukat sudah besar dan dirawat dengan maksimal.
Triyono menerangkan, waktu panennya pun kini bisa disesuaikan dengan tingkat kebutuhan dan mekanisme perawatan.
Bisa sekali panen dalam satu tahun, bisa juga 4 kali panen setahun.
"Untuk pohon yang sudah tua (besar), sekali panen dalam setahun bisa 1,5 ton. Cukup banyak karena pohon alpukat di wilayah Gondang tumbuh dengan baik," katanya, Selasa (28/9/2021).
Sementara untuk pohon alpukat yang baru berusia 4-5 tahun, bisa dikembangkan lebih lanjut agar menghasilkan buah hingga 1 kuintal dalam setahun.
Dengan catatan, harus dirawat dan diberi pupuk khusus supaya senantiasa berbuah sepanjang waktu.
"Kalau yang ini di depan rumah baru berumur beberapa tahun, setahunnya bisa panen 4 kali. Sekali panen bisa dapat 30 kilogram. Bisa juga dipanen sekali setahun," terangnya.
Anggota Kelompok Pembibit Karangtaruna Desa Gondang, Fauzan mengatakan, hampir semua keluarga di desanya kini sudah memiliki tanaman alpukat di pekarangan rumah atau di perkebunan.
Rencananya, karangtaruna setempat berencana menanam 200 pohon alpukat di atas lahan 2 hektare.
Tujuannya untuk membangun destinasi wisata petik buah alpukat bagi para wisatawan yang berkunjung di Desa Gondang.
"Saat ini mayoritas warga sudah punya pohon alpukat. Kalau ada yang datang, bisa dipetikkan langsung dari pohonnya. Harga petani Rp 20-30 ribu perkilogram. Nah nantinya, kita buat wisata kebun alpukat biar bisa metik sendiri," tuturnya.
Kepala Desa Gondang, Yudhi Susanto menambahkan, potensi lahan tanaman alpukat di desanya mencapai 50 hektare.
Kata dia, hasil tanam alpukat masyarakat Gondang saat ini menjadi yang terbesar di Kabupaten Kendal.
Pihaknya menyayangkan, karena hasil melimpah buah alpukat baru bisa dijual langsung oleh petani ke pasar.
Belum bisa dimanajemen menjadi hasil olahan makanan khas desa setempat agar meningkatkan nilai jualnya.
"Dalam pengembangannya, kita sudah kerjasama dengan dua perguruan tinggi. Hasilnya, saat ini lari ke pasar Bandungan semua. Ke depan, kita manfaatkan Bumdes untuk mengelolanya agar bisa mendapatkan penghasilan yang lebih," ujarnya.
Yudhi mengapresiasi penuh para petani alpukat di desanya yang tak henti-henti dalam mengembangkan kualitas buah serta meningkatkan produktifitasnya.
Dari yang sebelumnya panen sekali dalam setahun, kini sudah bisa panen 4 kali dalam setahun.
Ia berharap, potensi alpukat di Desa Gondang bisa ditingkatkan dan nantinya bisa diolah dengan cara yang inovatif.
"Kelemahan kita saat ini, potensi buah ada, tapi dicari di Gondang gak ada. Semua lari ke pasar Bandungan. Ini yang coba kami carikan solusi agar bisa dikelola sendiri potensi yang kita miliki," harapnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/bupati-kendal-kut-serta-memetik-alpukat.jpg)