Breaking News:

Berita Batang

Bupati Wihaji Minta Direksi PT KIT Batang Serius Bikin Solusi Banjir di Celong

Bupati Batang Wihaji kecewa terhadap PT KIT Batang karena belum bisa menangani banjir di Dukuh Celong, Banyuputih akibat pembangunan kawasan industri.

Penulis: dina indriani | Editor: Daniel Ari Purnomo
Tribun Jateng/ Dina Indriani
Bupati Batang Wihaji bersama Staf Ahli Menko Polhukam Bidang Ideologi dan konstitusi Irjen Pol. Dr. Agung Makbul dan jajaran direksi PT KIT Batang saat rapat koordinasi di Aula Bupati, Rabu (29/9/2021). 

TRIBUNJATENG.COM,BATANG -  Bupati Batang Wihaji kecewa terhadap PT KIT Batang karena belum bisa menangani banjir di Dukuh Celong, Banyuputih akibat pembangunan kawasan industri.

Pasalnya, kejadian banjir campur lumpur  sudah lima kali ini belum juga bisa teratasi dengan baik.

"Saya sudah tegur jajaran direksi PT KITB termasuk pemegang saham melalui telepon, ini sudah kelima kali tolong carikan alternatif yang betul-betul dikaji dengan matang," tutur Bupati Wihaji usia rapat koordinasi dengan PT KIT Batang, Rabu (29/9/2021).

Berdasarkan informasi, kerugian dari banjir tersebut ada 250 rumah, satu Taman Kanak-kanak dan satu Tempat Pelelangan Ikan.

“Solusi jangka pendeknya jangan sampai kejadian itu terulang, dari pihak direksi memberikan perhatian lebih agar banjir teratasi, jangka panjangnya akan dibuatkan terowongan sebagai jalur air agar tidak menggenangi rumah penduduk,” jelasnya.

Sementara itu, Staf Ahli Menko Polhukam Bidang Ideologi dan konstitusi

Irjen Pol. Dr. Agung Makbul mengimbau, agar penanganan banjir harus dilakukan sesegera mungkin.

“Ini salah satu dampak, tapi bukan berarti suatu kendala, kemudian pembangunan KITB macet tetap harus ada alternatif solusi, dari paparan bupati tadi sudah ada alternatif untuk mengatasi banjir," ujarnya.

Dikatakannya, KIT Batang merupakan industri terbesar se-Asia Tenggara.

Maka kedepan pasti akan menyerap ribuan tenaga kerja.

“Masyarakatnya harus siap karena akan berdatangan tenaga kerja dari luar daerah dan tenaga asing, rencananya besok akan kami tinjau langsung, berapa persen pembangunan yang sudah dilaksanakan,” imbuhnya.

Dari tinjaun itu, nanti akan dilihat apakah ada hambatan atau kendala dan segera dilaporkan kepada Menko Polhukam. (din)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved