Berita Kendal
Siswa SMK Negeri 3 Kendal Bikin Situs Jualan UMKM Sekolahjuragan.com
Siswa SMKN 3 Kendal membuat situs jual beli UMKM melalui alamat sekolahjuragan.com.
Penulis: Saiful Ma sum | Editor: Daniel Ari Purnomo
TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Kreatifitas siswa di Kabupaten Kendal kembali muncul dengan karya website berbasis electrocic commerce (E-commerce) di tengah pandemi Covid-19
Adalah sekelompok siswa SMK Negeri 3 Kendal yang berhasil menciptakan website pemasaran online bernama sekolahjuragan.com
Kepala SMKN 3 Kendal, Agus Basuki mengatakan, e-commerce yang digagas 10 siswanya sebagai wadah pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di wilayah Kecamatan Boja, Singorojo, dan Limbangan, Kabupaten Kendal.
Juga bisa dimanfaatkan para pelaku UMKM lain di tingkat Provinsi Jawa Tengah dan daerah-daerah lain agar bisa bergabung memasarkan produknya secara gratis.
Agus berharap, terobosan baru ini benar-benar bisa dimaksimalkan oleh para pelaku usaha di manapun untuk mengembangkan jangkauan pemasaran produknya hingga ke pasar global.
Sehingga, perekonomian UMKM bisa terus maju melalui konsep pemasaran digital.
"Prediksinya ke depan pasar online akan lebih dominan. Kami coba memfasilitasi ini kepada para UMKM. Di samping juga sebagai media pembelajaran siswa dalam bidang pemasaran online," terangnya saat launching program, Kamis (30/9/2021).
Melalui e-commerce ini, pelaku usaha bisa menawarkan produk masing-masing ke dunia luas tanpa batas.
Saat ini sudah ada 13 UMKM yang sudah bergabung bersama sekolahjuragan.com
Satu di antaranya berasal dari UMKM Yogyakarta, dan sisanya pelaku usaha di wialayah Kecamatan Boja dan Limbangan.
Selain menjadi wadah pemasaran online, kata Agus, e-commerce yang dirintis selama 3 bulan ini sudah menggandeng beberapa platform digital ternama untuk mempermudah proses transaksi.
Website tersebut akan dikelola siswa selaku generasi milineal dan difasilitasi SMKN 3 Kendal.
Masyarakat bisa mengakses dan melakukan transaksi langsung produk-produk di sekolahjuragan.com mulai Oktober 2021.
"Kami ingin siswa SMKN 3 Kendal bisa memajukan ekonomi UMKM daerah. Baik produk-produk yang dihasilkan di lingkungan sekolah, maupun produk UMKM pada umumnya," tuturnya.
Pelaku usaha perkopian, Sugeng mengapresiasi lahirnya e-commerce yang bisa diakses pelaku UMKM.
Baginya, e-commerce inilah yang bisa menjadi wadah untuk mendongkrak produk-produk lokal agar bisa dikenal masyarakat luas.
"Memang sekarang mau gak mau harus mengikuti pasar global. Kalau memang tidak bisa, nanti akan ketinggalan. Ini yang kami tunggu agar produk-produk di wilayah Kendal atas bisa terserap ke pasar global," terangnya.
Koordinator UMKM Boja, Vita Nuzulia menambahkan, saat ini sudah ada 15 UMKM yang bergabung di Kecamatan Boja.
Di antaranya bergerak di bidang pengolahan makanan, kerajinan batik, souvenir, dan beberapa produk lainnya.
Ia berharap, selain penyediaan wadah pemasaran digital, para pelaku usaha kecil pedesaan turut diberikan masukan dan bimbingan agar produk-produk yang dihasilkan bisa dikemas lebih baik lagi.
"Ini sangat membantu bagi kami. Dengan e-commerce, kami bisa dibantu memasarkan produk-produk yang ada. Setelah ini, kami harapkan terobosan lain untuk membantu perkembangan kami, agar pelaku usaha di wilayah terpencil bisa berkembang," harapnya.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Cabang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jawa Tengah Wilayah XIII Kendal, Ernest Ceti Septyanti menyebut, e-commerce yang digagas siswa SMKN 3 Kendal merupakan hal yang baru.
Karena ditujukan untuk membantu para UMKM umum dalam memasarkan produknya secara digital.
Ia mendukung penuh program tersebut sebagai jembatan atas kebutuhan masyarakat saat ini.
Terutama bagi masyarakat lokal yang membutuhkan kemudahan akses dalam menjualkan produk secara online.
"Di sisi lain, sebagai media edukasi untuk menyiapkan produk yang layak jual dan bisa tembus pasar global. Juga untuk media siswa dalam rangka menyiapkan keterampilan saat lulus nantinya," terangnya.
Ernest menjelaskan, program yang dirintis SMKN 3 Kendal ini menjadi contoh bahwa keberadaan sekolah bisa membawa dampak positif bagi masyarakat sekitar.
Terutama dalam membantu meningkatkan ekonomi masyarakat dengan mengakomodir produk-produk yang dihasilkan melalui e-commerce.
Dia berharap, akan semakin banyak sekolah-sekolah yang terinspirasi dengan langkah stategis setiap sekolah dalam menyiapkan dunia kerja untuk para lulusan.
"Ini baru pertama kali e-commerce yang dikembangkan sekolah untuk masyarakat umum. Ini bisa dimanfaatkan pelaku usaha di tingkat kabupaten hingga provinsi. Namun, perlu diperhatikan agar ke depan tidak menjadi bumerang sendiri," tegasnya. (Sam)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/sekolahjuragancom-kendal.jpg)