Berita Karanganyar
Jalur Pendakian Gunung Lawu Telah Dibuka 3 Pekan, Tapi Masih Sepi Pendaki
Jalur pendakian Gunung Lawu via Cemoro Kandang telah dibuka sejak tiga pekan lalu. Namun hingga kini masih sepi pendaki.
Untuk lebih mengetahui soal tragedi tewasnya pendaki di Gunung Lawu, berikut 5 faktanya.
Ketua Paguyuban Giri Lawu (PGL), Miko Wicaksono menjelaskan korban atau survivor mulai mendaki Sabtu (22/8/2020).
Survivor mendaki bersama rombongan berjumlah 6 orang.
Survivor mulai merasakan tubuhnya dingin sekira pukul 00.00 WIB saat berada di bawah Pos 2.
"Sampai di pos 2, survivor sempat mendirikan tenda," jelasnya kepada TribunSolo.com, Minggu (23/8/2020).
Kondisi survivor belum juga membaik.
Seorang teman melaporkan kondisi survivor kepada temannya yang lain sekira pukul 02.00 WIB.
"Sekira pukul 03.00 WIB, 2 teman survivor turun ke basecamp melaporkan kondisi korban," urai Miko.
Tim Reaksi Cepat (TRC), lanjut Miko, langsung diterjunkan untuk memastikan kondisi survivor.
"Kami menerjunkan TRC berjumlah 2 orang sekira pukul 07.00 WIB kemudian disusul tim selanjutnya sekira pukul 07.30 WIB," kata dia.
"Sekira pukul 08.00, tim TRC sudah sampai ke pos 2 dan memastikan laporan benar," tandasnya.
Proses evakuasi korban dari pos 2 jalur pendakian Gunung Lawu via Cemoro Sewu segera dilakukan.
Korban Sempat Kerokan Sebelum Mendaki
Anggota Paguyuban Giri Lawu (PGL), Dwi Bandono menuturkan berdasarkan informasi dari keluarga korban sempat tidak enak badan.
"Menurut informasi keluarganya, beberapa hari sebelumnya sempat kerokan," tandasnya.
Korban mendaki bersama 5 temannya melalui jalur pendakian via Cemoro Sewu, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, Sabtu (22/8/2020).
Saat mendaki menuju pos 2, korban sempat mengeluh badannya tidak enak dan meminta untuk istirahat sekira pukul 00.00 WIB.
Anggota Paguyuban Giri Lawu (PGL), Dwi Bandono menuturkan sesampainya di pos 2, rombongan korban kemudian memutuskan untuk mendirikan tenda.
"Dari bawah itu, menurut rekan-rekannya, kondisi korban sehat," tutur Dwi kepada TribunSolo.com, Minggu (23/8/2020).
"Awalnya mau naik, setelah di pos 2, semua memutuskan tidak jadi naik dan mendirikan tenda di pos 2," tambahnya.
Anggota Paguyuban Giri Lawu (PGL), Dwi Bandono menuturkan korban sempat membantu mendirikan tenda dan makan bersama teman-temannya.
"Sempat makan, masang tenda, dan sebagainya," ujarnya.
Lalu, kondisi korban tak kunjung membaik.
Seorang teman kemudian melaporkan kondisi korban kepada temannya yang lain sekira pukul 02.00 WIB.
Sebanyak 2 orang kemudian turun ke basecamp jalur pendakian Gunung Lawu via Cemoro Sewu sekira pukul 03.00 WIB.
Laporan mereka diterima petugas basecamp sekira pukul 05.00 WIB.
Merbabu Dibuka
Jalur pendakian Gunung Merbabu kembali dibuka untuk umum.
Kepala Balai Taman Nasional Gunung Merbabu (BTNGMb), Junita Parjanti, mengatakan jalur pendakian Gunung Merbabu yang dibuka hanya jalur jalur Thekelan di Dukuh Thekelan, Desa Batur, Kecamatan Getasan, Semarang.
"Yang dibuka hanya jalur yang masuk wilayah kabupaten Semarang," ujarnya kepada TribunSolo.com, Kamis (30/9/2021).
Balai Taman Nasional Gunung Merbabu (BTMGMB) mulai membuka salah satu jalur pendakian gunung Merbabu mulai 5 Oktober mendatang.
Meski telah dibuka, namun Jumlah pengunjung pun masih dibatasi hanya 25 persen dari kuota maksimal.
Hal itu setelah bupati Semarang mengeluarkan Instruksi Bupati Semarang nomor 28 tahun 2021 tentang PPKM level 2.
Serta surat Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Semarang nomor 556.1/0934 tanggal 21 September 2021 perihal reaktivasi jalur pendakian Gunung Merbabu wilayah Kabupaten Semarang.
Meski wilayah Semarang sudah diperbolehkan untuk dibuka, namun jalur lain seperti jalur Cunthel di Dukuh Cunthel, Kopeng, Kecamatan Getasan belum.
Hal itu untuk memudahkan pemantauan kuota pendakian.
Lalu untuk jalur yang di Kabupaten Boyolali dan Kabupaten Magelang, sedang berproses dan belum mendapatkan rekomendasi Gugus Tugas (Satgas COVID-19
Meski telah membuka satu jalur pendakian, namun pihaknya tetap meminta para pendaki untuk tetap mematuhi protokol kesehatan ketat.
Bagi yang ingin mendaki, juga wajib melakukan pendaftaran melalui mekanisme booking online melalui situs www.tngunungmerbabu.org pada menu pendaftaran online.
“Tetap dengan protokol kesehatan ketat juga pedulilindungi,” ujar Junita.
Selain itu dia juga mengimbau kepada pengunjung nantinya, baik untuk pendakian maupun non pendakian wajib mematuhi tata tertib kegiatan wisata.
Yang tak kalah penting pendaki juga harus memperhatikan situasi serta kondisi cuaca.
“Apabila terdapat kondisi yang tidak memungkinkan, maka kami (BTNGMb) akan melakukan evaluasi dan mengambil kebijakan lebih lanjut,” imbuhnya
Sebagai informasi, ada lima jalur pendakian gunung Merbabu resmi :
1. Selo di Dukuh Genting, Desa Tarubatang, Kecamatan Selo, Boyolali
2. Jalur Cunthel di Dukuh Cunthel, Kopeng, Kecamatan Getasan
3. Jalur Thekelan di Dukuh Thekelan, Desa Batur, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang
4. Jalur Suwanting di Dukuh Suwanting, Desa Banyuroto, Kecamatan Sawangan
5. Jalur Wekas, Dukuh Kedakan, Desa Kenalan, Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang.
(*)
Sebagian artikel ini telah tayang di TribunSolo.com dengan judul Gunung Lawu Dibuka, Sudah Tiga Pekan Tapi Masih Sepi Pendaki: Penyebannya Faktor Cuaca dan PPKM
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/basecamp-cemoro-kandang-tawangmangu.jpg)